Monday, December 22, 2014

Indonesia Nostalgia

Menurut pandangan, pendengaran, insting, ketetapan hati, perasaan, pendapat, serta kejelian saya, lagu tersedih yang pernah ada sepanjang masa bukanlah lagu luar negeri. Tetapi lagu dari Maestro Legenda Indonesia Ebiet G. Ade, yang judulnya Camelia I, Camelia II, Camelia III dan Camelia IV. Sebuah sekuel lagu sedih yang menceritakan perasaan terdalam dari hati seorang Ebiet G. Ade.  Lagu Camelia I - IV sudah akrab sekali dengan masa kecil saya. Dan menjadi penghias lagu-lagu masa kecil saya disamping lagu dari Betharia Sonata, Ratih Purwasih, Tommy J Pissa, Poppy Mercury, Didi Kempot, Kenthus dan lain-lain. Jika kalian seumuran dengan saya, hampir dipastikan kalian gak kenal lagu-lagu dari mereka. "Bukan berarti saya itu seorang generasi Tua". 

Tetapi semua lagu itu saya dengarkan dari lingkungan keluarga bahagia, yaa keluarga saya sendiri. Setidaknya saya tidak harus menyesal karena tidak mempunyai lagu kenangan yang memang berbobot ketika masih kecil. Saya yakin, saya tidak paham makna dari lagu-lagu yang mereka dendangkan. Saya masih terlalu kecil memahami hal yang sangat rumit serta bermakna dalam lagu tersebut. 

Dan saya sangat merasa kasihan, kepada siapa? Kepada anak-anak jaman sekarang yang sudah tercemar masa kecilnya jadi susah untuk diselamatkan. Bagaimana mereka akan mempunyai kenangan masa kecil yang menyenangkan jika ketika mereka dewasa kelak, lagu masa kecil mereka "Sakitnya tuh disini" koplo version. Sullit dibayangkan atau bahkan Tak terbayangkan.  Ketika saya menulis ini, lagu tersebut sedang tenar. Dinyanyikan artis dadakan yang gak jelas asal-usulnya. Itu lah Indonesia. Anda gak perlu punya kualitas suara yang bagus atau olah vokal yang merdu, cukup dengan apa? goyangan, kecantikan, sensasi, serta basa-basi formalitas belaka. Sementara itu mereka yang bertalenta dengan kualitasnya akan kalah saing, tenggelam, lalu dilupakan.. 

Hanya ada sebagian kecil artis bertalenta yang bisa menang pamor melawan mereka yang mengandalkan keanggunan fisik atau keangkuhan sifatnya.. Iwan Fals, apa yang membuatnya masih bertahan sampai sekarang? Karena fisik? Goyangan? "Karena kualitas!". Sayangnya cukup sedikit mereka para seniman lawas yang memang benar-benar eksis di jaman sekarang ini. Salah satu impian Bang Iwan ialah menggelar konser bertajuk nyanyian raya dengan 4 Juta penonton secara live! Suatu hal yang mustahil? Tentu tidak! Tak ada yang mustahil didunia ini, ketika Ia sudah berkehendak. Berdasar data dari Bang Iwan, diperlukan luas area sekitar 20x Stadion Gelora Bung Karno untuk menampung 4 Juta penonton secara langsung. Tapi Bang Iwan masih belum menyerah, walau impian itu susah untuk di realisasikan. Oke Bang Iwan, saya selalu mendukungmu!

Kembali ke Camelia.. 
Siapa Camelia? tidak banyak orang tau siapa dia.. Seseorang yang ber-IQ tinggi pernah bercerita kepada saya, "Ebiet G Ade pernah kehilangan seorang kekasih yang meninggal karena kecelakaan". Dan saya paham apa yang setidaknya dirasakan seorang Ebiet G Ade, walaupun saya belum pernah mengalaminya. Siapa nama kekasih tersebut? Jelas! Namanya bukanlah Camelia. Orang ber-IQ tinggi itu bercerita juga, bahwa Ebiet G Ade tidak pernah mau menceritakan siapa kekasihnya yang meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Camelia merupakan nama yang mewakili seorang tersebut. Karena itulah lagu Camelia I - IV bisa dibilang lagu tersedih sedunia menurut saya. Sebuah lagu berdasar kenyataan yang menyedihkan. Mungkin status kekasih itu sama dengan seorang yang selalu teringat dalam pikiran saya, tidak bisa dilupakan, tetapi hanya bisa di abaikan dengan memikirkan hal lain. Tapi tetap saja kenangan bersamanya suatu hal mustahil untuk dilupakan. 

Ketika saya kecil, hal yang terlintas dalam benak saya, Camelia merupakan sebotol parfum yang biasa Ayah saya gunakan sehari-harinya. Umur saya sudah 18 tahun lebih ketika saya menulis ini, dan saya belum pernah melihat ayah saya membeli minyak wangi dengan merk yang lain. Tetapi Camelia lah pilihannya.. Mungkin bisa jadi sudah lebih dari 18 tahun ia menggunakannya. Mencerminkan jika Ayah saya orang yang konsisten. Dan patut untuk saya contoh. Dimana kesetiaan bukan hanya pada pasangan saja, tetapi segala hal baik yang kita temui di dunia ini. 

Lagu Camelia dan lagu-lagu lawas lainnya yang jadi penghias masa kecil saya, mereka seakan tak pudar dimakan oleh zaman. Tak ada kata bosan ketika saya mendengarnya, berbeda jika saya mendengar lagu dari zaman sekarang. Suatu hal yang aneh dan tak bisa dijelaskan, kenapa lagu lawas memiliki sifat serta pesona yang universal? kenapa lagu sekarang tidak seperti itu? Tapi itulah keindahan dari sebuah kisah nostalgia, yang walaupun saya belum terlahir ketika lagu itu diciptakan. Bahkan saya tidak tau siapa Poppy Mercury? yang saya tau dia meninggal ketika sedang mencapai masa keemasannya, hampir persis dengan penyanyi The Real Lady Rocker Nike Ardilla. 

Apapun itu, saya berterima kasih kepada keluarga saya, yang telah menyelamatkan masa kecil saya dengan memberikan hal-hal berupa melodi-melodi yang indah, tertata rapi, serta tersematkan kedalam hati saya sampai sekarang ini.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi