Saturday, October 17, 2015

Bagaimana Saya Membuat Judul Post / Artikel yang Mengakibatkan Banjir Kunjungan ?

Banyak pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dari teman-teman di sekeliling saya. Umumnya mereka langsung bertanya secara to the point tentang bagaimana cara saya bisa menghasilkan banjir kunjungan dari artikel-artikel yang saya tulis hanya dalam waktu yang singkat. Caranya ialah dengan judul artikel super memikat. Cukup simpel tapi Super Ampuh untuk kalian semua praktekkan. 



Berikut hal-hal yang perlu dicermati bagaimana cara Anda bisa meniru saya membuat sebuah artikel yang mengakibatkan banjir kunjungan!
  • Membuat Headline dan isi artikel yang tidak "nyambung".
Umumnya pengunjung akan tertarik untuk membaca artikel jika headline-nya kontroversial. Contoh, "Microsoft gagal, kata top blogger dunia!"
  • Headline dalam rupa peringatan
Headline yang mengandung unsur peringatan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembaca. Salah satu contoh headline yang berupa suatu peringatan adalah "Warning: People are ignoring advertising. But they do read news"
  • Headline yang memadukan nomor dan teks yang mengungkapkan rasa cinta atau benci
Headline ini dapat menggoda perhatian pengunjung untuk membaca isinya. Contoh "3 Painful ways you lose money every month"
  • Headline dalam rupa umpan bagi pembaca yang penasaran
Membuat headline dengan judul yang mengandung unsur umpan bagi pembaca yang membuat penasaran. Contoh headline "What's the scariest fish in the world?"
  • Headline yang memuat kiat-kiat melakukan sesuatu yang tidak lazim
Headline ini menarik karena dengan wujud mendorong seorang untuk melakukan hal yang tidak lazim. Contoh headline ialah "Five types for stealthy facebooking"
  • Headline berisi penomoran
Headline ini mempunyai judul dengan struktur penomoran. Contoh "Top 10 Wi-fi Boost, Tweaks and Apps".
  • Headline yang menyajikan sumber yang langka
ANda dapat membuat headline yang menarik menggunakan daftar informasi yang sudah langka. Contoh headline jenis ini "40 font kuno yang bekerja di lingkungan MS DOS".
  • Headline yang mengaitkan sesuatu
Membuat judul headline dengan mengaitkannya dengan sesuatu. Contoh "Quitting the Day Job: Finding the Guts to Pursue Tour Dreams"
  • Headline dalam bentuk pernyataan sensasional
Pengunjung situs selalu menyukai hal-hal yang berbau sensasional. Contoh "The Web 2.0 World is Skunk-Drunk on its Own Kool-Aid"
  • Headline yang mengupas karya yang besar atau unik
Headline yang menggambarkan atau mengupas sebuah karya besar atau unik tentunya dari maestro dunia. Contoh "Welcome to the world of the slim people!"
  • Headline yang meletakkan subjek yang berlaku sebagai objek
Anda bisa membuat headline yang menarik dengan menempatkan subjek sebagai objek. Contoh "The best photos of 2005".
  • Headline yang menawarkan Janji Luar
Anda juga bisa membuat headline yang menyajikan janji-janji luar untuk menarik perhatian pembaca. Contoh "How to Amaze Your Friends and Family With Your Eerily Accurate Psychic Readings".
  • Headline Tutorial
Anda juga dapat menggunakan istilah penelusuran untuk membuat headline yang menarik perhatian pembaca. Contoh "How to hack iPhone".
  • Headline dalam bentuk kata kunci kesanggupan
Anda bisa menggunakan kata kunci kesanggupan untuk menarik minat pembaca. Contoh "Make Money Online by Monetizing Your Blog".




  • Headline dalam bentuk pertanyaan yang mengganggu
Anda bisa membuat headline yang menarik menggunakan sebuah pertanyaan. Contoh "Apakah Anda Sudah Siap dengan Kegawatan Blogging?"
  • Headline yang mengandung filsafat yang amatir
Membuat sebuah headline yang mengandung filsafat yang amatir untuk menarik minat pembaca. Contoh "Two Phrases That Destroyed American Culture".
  • Headline yang menyindir
Anda juga dapat membuat headline berupa sindiran untuk menarik perhatian. Contoh "Most People Are Depressed For a Very Good Reason".
  • Headline yang mengajak pembaca berpikir.
Headline ini tentunya mengajak pembaca ikut berpikir apa yang sudah kita tulis. Contoh "5 HTML Elements You Probably Never Use (But Perhaps Should)".
  • Headline yang mengajak untuk perbaikan diri
Anda bisa membuat headline yang menarik yang berupa ajakan kepada pembaca untuk memperbaiki diri. Contoh "How to Become a Vegetarian, the Easy Way".
  • Headline yang menakuti
Orang-orang akan merasa tertarik jika Anda takut-takuti. Contoh "Kesalahan yang Telah Anda Buat Terhadap Seorang Wanita Tanpa Anda Sadari",
  • Headline yang mengajukan pertanyaan aneh
Ketertarikan pembaca biasanya tentang hal-hal yang tidak lazim yang terjadi pada dirinya. Contoh "Apakah Anda Seorang Pecandu Hujan Dari Perilaku Anda?"


Itulah bagaimana saya selama ini bisa menghasilkan banjir kunjungan terhadap artikel-artikel yang sudah saya tulis bermodalkan senjata rahasia penulisan judul artikel. Semoga bermanfaat bagi Anda! Silahkan di praktekkan jika memang menginginkan bukti. Karena "Article is King"!

Monday, October 5, 2015

Summer Holiday Dua

Menurut saya memang acara yasinan seperti itu bid'ah. Kenapa? karena pada dasarnya acara semacam itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dahulu kala. Dan pada pelaksanaan acara tersebut, selalu berisi dengan pembacaan surat Yaasin yang ditujukan untuk mendoakan seseorang yang sudah meninggal.

Berlangsungnya acara tersebut secara terus-menerus, membuat seolah-olah kita mengkultuskan bahwa surat Yaasin itu surat untuk orang mati. Dan orang yang sudah mati itu ya harus dibacakan surat Yaasin seperti itu biar tenang di alam sana. Itulah anggapan saya terhadap adanya acara tersebut. Dan mungkin ada beberapa orang yang memang setuju dengan anggapan seperti itu.

Lantas apa kita itu gak boleh mengirim do'a kepada orang yang sudah meninggal? 

Rasulullah sudah lama sekali meninggal, dan kita masih saja berdo'a sholawat ketika sholat. Bukankah itu mendo'akan orang yang sudah meninggal?. Rasulullah juga golongan manusia seperti kita. Dan dengan bukti seperti itu, menandakan bahwa kita memang di bolehkan mendo'akan orang-orang yang sudah meninggal, tentunya dengan cara dan do'a-do'a yang dianjurkan. Bukan seperti mengutamakan bid'ah dan menunda yang diwajibkan.

Cukup unik memang fenomena salah kaprah seperti ini. Namun itulah faktanya. 

Hal yang membuat saya termenung masih ada.

Masjid, sebuah tempat ibadah orang-orang yang beragama islam. Masjid biasa disebut rumahnya Allah. Masjid juga harus diisi dengan aktivitas-aktivitas keagamaan yang ditujukan untuk menyembah atau memuliakan Allah SWT. Bukan hanya itu saja, masjid juga biasa difungsikan sebagai tempat penting dilaksanakannya acara-acara tertentu yang bertujuan kebaikan.

Ada juga yang menggunakan masjid sebagai sarana umum. Masjid memang sarana umum, tetapi ada beberapa oknum masyarakat yang bisa dibilang menyalahgunakan sarana umum tersebut. 

Sebelum saya hijrah ke Jogja sekitar setahun yang lalu, ada sebuah keluarga yang hidup dekat dengan masjid di rumah saya. Keluarga tersebut bisa dibilang keluarga yang kurang beruntung dalam bidang perekonomian. Keluarga itu hanya mampu menempati sebuah bangunan kecil yang dulu berfungsi sebagai gudang mainan ketika saya masih TK. 

Di gedung yang mirip gudang tersebut memang tidak layak jika digunakan sebagai rumah untuk kehidupan sehari-hari. Apalagi hanya ala kadarnya saja. Sumur dan kebutuhan MCK saja tidak tersedia. Keluarga tersebut pun menumpang kamar mandi di masjid sebagai tempat MCK. Hal tersebut memang dibolehkan. Dulu ketika keluarga saya dan juga para tetangga terkena musibah kekeringan, kami menggunakan sumur masjid untuk ngangsu. Bisa dibilang itu termasuk berkah dari masjid.

Tetapi, yang memprihatinkan ialah timbal balik keluarga tersebut kepada masjid yang selama ini menjadi tempat mereka semua melakukan kebutuhan MCK. Menumpang di rumah orang saja kita akan malu jika timbal balik kita terhadap orang tersebut buruk, lha ini menumpang di tempat yang biasa disebut rumahnya Allah. 

Si suami & istri tidak aktif melakukan kegiatan peribadahan di masjid tersebut. Bahkan belum pernah melihat si suami melaksanakan sholat Jum'at berjamaah di masjid itu, apalagi sholat-sholat lainnya yang hanya disunahkan dilaksakan secara berjamaah di masjid. 

Masih banyak memang orang-orang tersebut di sekitar kita. Berdasarkan fakta yang ada, jika kita memakmurkan masjid maka masjid tersebut akan memakmurkan kita. Saya memang bukan ahli agama seperti ayah ataupun ustadz-ustadz, tapi saya melihat bagaimana hal kecil terjadi di dalam masjid. Dari hilangnya kotak amal, aki, DVD player, semua pernah saya temui. 

Mencuri di rumah orang saja sudah bisa masuk penjara, apalagi di masjid. Mungkin suatu saat si pencuri akan masuk penjara yang dibuat Allah. Semoga saja kita semua mendapat hidayah-Nya. Aamin...

Keprihatinan saya tentang masjid juga masih berlanjut. Kali ini tentang orang-orang yang tinggal di sekitar masjid. Banyak sekali orang-orang yang memang tinggal dekat dengan masjid itu tapi tidak pernah atau jarang sekali mau melaksanakan sholat berjamaah dimasjid. Bahkan sholat Jum'at saja tidak. Unik memang...

Ayah saya pernah berkata, "Masjid itu corong TOA nya ketinggian masangnya, jadi kalo ada adzan orang-orang yang dekat itu gak kedengaran karena TOA nya ketinggian, jadi pada gak datang ke masjid. Kalo yang rumahnya jauh, itu karena jauh jadi gak dengar kalo ada adzan".

Sebuah majas yang memang secara sengaja keluar dari perkataan ayah saya. Majas yang menggambarkan keadaan yang benar-benar terjadi. Saya sendiri masih bisa dibilang males untuk melakukan sholat berjamaah di masjid, tapi semaksimal mungkin saya berusaha untuk bisa melaksanakan hal tersebut. 

-- Irfan

Saturday, October 3, 2015

Summer Holiday Satu

Sewaktu SD ada sebuah tradisi dalam pelajaran bahasa Indonesia. Tradisi tersebut merupakan sebuah tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru ketika hari pertama masuk setelah libur panjang. Lantas apa tradisi tersebut? Menceritakan bagaimana liburanmu.


Hal itulah yang akan saya lakukan sekarang. Mungkin bisa sekaligus bernostalgia akan tugas yang sudah lama tidak pernah saya lakukan lagi.


Bagaimana saya menghabiskan waktu liburan ?


Setelah dua semester menjadi seorang mahasiswa, akhirnya saya menemukan juga yang namanya liburan panjang. Setiap mahasiswa pasti mendapat liburan panjang per 2 semester, tepatnya di akhir semester 2. Walau sama-sama libur panjang, tapi lamanya waktu libur berbeda dengan anak sekolah yang hanya 3 minggu. Yap, kami mahasiswa mendapat libur minimal 2 bulan.


Perjalanan liburan saya dimulai dengan batalnya rencana saya untuk bisa berlebaran di rumah masa kecil saya. Batalnya rencana tersebut malah tergantikan dengan berkumpulnya seluruh keluarga besar saya di Jogja. Mungkin kalimat 'Tuhan punya rencana yang lebih baik'  cocok jika dicocokkan dengan apa yang saya alami.

Mungkin jika rencana saya terlaksana, kumpulnya seluruh keluarga besar yang jarang banget terjadi tidak akan terlaksana. Memang di keluarga saya, tidak pernah mengadakan pertemuan keluarga atau sejenisnya. Dan dihari lebaran idul fitri kemarinlah acara tersebut untuk pertama kalinya terlaksana walau memang serba dadakan. Tapi yang dadakan biasanya lebih mantap.

Untuk pertama kalinya juga, kedua orang tua saya berlebaran di kampung halamannya setelah pernikahan mereka. Menikah sekitar penghujung tahun 70an, dan baru sekarang bisa berlebaran di kampung halamannya. Unik memang...

Kejadian unik memang harus diabadikan. Foto keluarga besar pun dibuat, bermodal camdic.

'Tuhan punya rencana yang lebih baik'

Kalimat tersebut masih berlanjut. Dengan batalnya saya berlebaran di rumah masa kecil saya, masih ada rencana-rencana tuhan yang tentunya lebih baik terus berdatangan. Selama 20 hari orang tua saya pulang ke kampungnya. Setahun yang lalu hanya ayah saya yang pulang kampung, itupun karena mengantarkan saya mendaftar kuliah.

Setelah 20 hari yang hebat berlalu, kedua orang tua saya kembali ke rumah masa kecil saya. Dan ada saya dalam perjalanan pulang tersebut. Setelah satu tahun lebih saya meninggalkan rumah itu, kini saya kembali walau hanya sekedar menengok.

Berubah?


Keadaan memang sudah berubah semenjak setahun berlalu. Memang sangat wajar dan seharusnya ada perubahan. Namun dibeberapa hal masih ada yang belum mau berubah. Minimal saya masih merasa ada di rumah sendiri, dan belum menjadi orang asing disitu.


Ada rumah-rumah baru yang didirikan, ada juga orang-orang baru yang menetap disitu. Mungkin jika saya tidak menengok lebih dari 3 tahun, sepertinya saya bakal merasa menjadi orang asing di tempat di mana saya tumbuh besar. Dalam jangka waktu 1 tahun, sudah terasa perubahannya.

Namun juga sedikit miris juga melihat keadaan orang-orang disekitar. Ada yang sekeng karena penyakit, termasuk Mbah Tinah ( waktu kecil saya pernah di-mong beliau ). Rumahnya ada di depan rumah saya. Jaman dulu beliau berjualan di depan TK dan SD. Hingga saya tamat SD, beliau masih tetap berjualan jajanan anak-anak. Beliau sudah janda, entah dari kapan. Karena itulah rezeki harus dicari sendiri tanpa ada yang menafkahi.

Selain Mbah Tinah, ada beberapa orang lain yang bisa dibilang mirip dengan beliau. Penyakit jadi teman akrab mereka..


"Cara Tuhan membuat umatnya tidak mengingat apa-apa kecuali hanya mengingat diri-Nya ialah dengan memberikan penyakit kepada mereka - Caknun"

Salah satu ibu teman akrab saya pun harus berpulang. Kematian memang tidak bisa dirubah kapan datangnya. Memang cukup berat jika sosok ibu berpulang ke sisi-Nya. Tapi yang namanya sesuatu yang bernyawa, pasti akan kembali kepada-Nya. Sebagai teman ikut berkabung, ikut menyemangati.

Berbicara tentang kematian, masih ada yang agak kurang tepat tapi membudaya. Ritual yasinan namanya. Lebih bagus disebut ritual ketimbang ibadah menurut saya. Sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, tapi justru mengakar dan membudaya pada masyarakat Indonesia.

Budaya yasinan itu masih ada di lingkungan rumah saya. Bahkan ketika saya menghadiri ritual tersebut, terlihat ada sesuatu yang ganjil. Mengutamakan yang bid'ah dan mengenyampingkan yang wajib. Ketika itu saya menghadiri yasinan yang saya sendiri tidak tahu bahwa acara tersebut merupakan yasinan karena memang keluarga saya didawuhi untuk menghadiri acara gendurenan atau syukuran.

Setelah tiba di rumah acara tersebut dilaksanakan, tamu-tamu yang datang pun membawa buku kecil tipis bertuliskan 'Yaasin' . Diluar dugaan saya tentunya, niat saya menghadiri syukuran harus tergantikan dengan acara tersebut.

Acara tersebut dimulai setelah ibadah sholat Magrib dan masih berlanjut ketika adzan Isya terdengar. Uniknya acara tersebut masih tetap berlanjut hingga ba'da Isya. Terlihatlah bahwa mengutamakan bid'ah dan mengenyampingkan yang wajib. Jelas salah, semoga saja hal tersebut bisa hilang dari lingkungan masyarakat di rumah saya. Aamiin...

-- Irfan
Published By Irfan Fahrurrozi