Wednesday, April 29, 2015

Ketahui Saya Hari Ini (2)

Hari Selasa, hari yang paling panjang di antara bulan Januari hingga Juni 2015. Bukan karena waktunya yang bertambah lama, tapi karena kegiatan ngampus yang lebih banyak. Berangkat pagi, pulang Maghrib. Mengingatkan masa-masa SMK dulu, "Pantang pulang sebelum petang". Hanya saja bedanya di sini tingkatan lebih tinggi.

Wajarlah bagi para penyandang manusia intelektual untuk ngampus pagi sampai terbenam matahari. Lelah bukan masalah, asal harmoni bisa memberi sekaligus menghiasi *Loh!!!*. Mencoba menyandang gelar tukang insinyur. Bukan buat kebanggaan pribadi diri sendiri, tapi kebanggaan orang tua. Di mana si tukang insinyur hanya merasakan biasa-biasa saja, tapi si orang tua merasakan bahagia di akhir nestapa.

Nestapa memberi biaya, nestapa memberi kiat, nestapa menanti hasil. Wah, pengorbanan ya harus dibalas sebanyak mungkin. Harus beri lebih, dan bukan sekadar membalas budi. Memberi seperti apa yang sudah diberi. Ndak sopan namanya, kalo memberi kok sama dengan apa yang diterima. Wagu sebutannya. Kalo dikasih minimal, ya balas semaksimal. Bukan justru membalas dengan kriminal-kriminal, kurang-ajar namanya.

Diingat-ingat, sudah sekitar 10 bulan merantau di kampung halaman. Jauh dari orang tua, tapi malah sering bertemu keluarga besar. Tenang! Dibalik A ada B C D dan seterusnya. Jadi wajarlah kalo jauh dari orang tua malah sering bertemu keluarga besar, hehehe. Saya kan anak terakhir, jadi saya beban terakhir sekaligus jadi pembahagia terakhir. Begitulah rumus pastinya, sudah ada tanpa harus ditemukan terlebih dulu.

Pukul 00.00. Pertanda hari ini sudah Rabu. Waktu memang berputar stabil secara kuantitas, tapi jelas berbeda dengan kualitas yang timbul dari waktu ke waktu. Saya masih melek di tengah malem, bukan berarti saya merem di tengah siang. Sudah kebiasaan melek sampai larut malam hingga siang bolong. Nyatanya, orang yang lebih aktif pada malam hari memiliki daya otak yang tinggi. Kenapa? Karena otak terus aktif ketika malam hari. Memang bertolak belakang dengan stigma yang ada tentang melek sampai larut malam.

Pagi nanti, saya harus sudah siap pukul 7 pagi dengan melangkah kaki mencari pecahan-pecahan masa depan. Bisa dikatakan istirahat saya kurang untuk mencari pecahan-pecahan masa depan esok pagi. Tapi daya juang saya meningkat dengan kurangnya istirahat. Membuat saya dipaksa terus menerus melawan rasa malas dan kantuk. Akibatnya, saya terbiasa melawan kebiasaan buruk itu. Wih, bertolak belakang sekali...

Oke, bertolak belakang itu gak papa. Yang penting tidak menyalahi aturan negaramu serta aturan agamamu. Begitulah yang dosen bahasa Inggris saya bilang. Seperti sudah tertanam ke ingatan siapa saja yang mendengar perkataan itu. 

Intinya, hidup saya selalu berwarna. Ya! Saya lulus tes buta warna. Bukan sekadar lolos semata. Jadi sudah dipastikan hidup saya dari dulu hingga sekarang selalu berwarna. Berwarna identik dengan ceria, tapi ceria bisa juga tidak berwarna. Dengan satu warna kita bisa juga ceria. Cukup warna cokelat hasil campuran susu kental manis dengan segelas air yang diberi potongan-potongan es dan di minum di kala terik matahari, sudah memberi keceriaan kan?

Terlepas dari itu semua, cerita saya ini tidak bertema. Bukan karena otak saya tidak bertema, tapi memang ada banyak tema yang saya padukan menjadi satu. Bisa dikatakan temanya banyak tapi ada satu. Bisa juga dikatakan tidak bertema, karena tidak adanya keterikatan cerita dengan sebuah tema melainkan terikat dengan banyak tema, hehehe.


Yuk! Filosofi hidup saya menganut paham bebas. Bebas sewajarnya, bukan bebas yang lepas dari keterikatan harmoni yang ada. Baik norma, maupun aturan juga tata krama. Hidup mu juga harus bebas kendati ada saja yang menerabas. Unik kan? Life for free! 

Wednesday, April 22, 2015

Kenapa Indonesia Begini? - [ Seluk-Beluk Subsidi BBM ]

Sebuah artikel research disertai analisa yang menceritakann tentang segala seluk beluk 'Subsidi BBM' di Indonesia. Yang menuai banyak pro-kontra bagi rakyat Indonesia tentunya. Dan di artikel ini, saya baru menemukan tentang segala seluk beluk 'Subsidi BBM' yang ada di Indonesia. 


Artikel ini juga menjelaskan kepada kita semua, kenapa Indonesia kita ini masih begini-begini aja?. Mari sama-sama membaca secara seksama, dipikir secara bijak, direnungkan secara baik.



=============000=============

Sebelum membaca, TS harap pembaca mau membaca sampai habis, jangan sepotong-sepotong..

Kalian semua pasti tau kan klo akhir-akhir ini harga barang-barang melambung tinggi? Sekarang hidup makin susah, apa2 mahal, bagi sebagian orang, buat makan aja susah, sekarang makin susah lagi.
Orang2 mengatakan, "Ini gara2 BBM naik makanya semua harga barang2 ikutan naik! ". Betul banget, harga barang2 akhir2 ini naik salah satu penyebab utamanya adalah karena BBM naik.

"Lebih enak presiden yang sebelumnya, harga BBM lebih murah dan lebih stabil, jadi harga barang ga setinggi sekarang  ". Yang ini juga betul banget. TS juga setuju banget klo lebih enak yg sebelumnya daripada yang sekarang, harga barang2 lebih murah, harga BBM, listrik, gas, dan yang lainnya pun lebih murah.

"Kenapa sih pemerintah bikin kebijakan yang menyengsarakan rakyat! Seharusnya BBM tetap disubsidi! Buat apa pemerintah ngalihin subsidi buat bangun infrastruktur klo kenyataannya rakyat lebih membutuhkan subsidi BBM yang memiliki dampak langsung buat rakyat daripada infrastruktur! ". Betul tuh! Mendingan pemerintah kasih subsidi BBM aja ke rakyat yang dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat, daripada infrastruktur.

"Negara-negara maju infrastrukturnya lengkap, tapi harga barang2 disana lebih mahal tuh! Mendingan di Indonesia, karena disubsidi jadi lebih murah!". Iya, buat apa infrastruktur lengkap klo harga barang2 tetap lebih mahal?

TAPI

Saat kenaikan BBM, negara2 yang infrastrukturnya lengkap terkena dampak yang lebih kecil daripada negara2 yg infrastrukturnya tidak lengkap. Kenapa demikian?
Di negara2 maju, barang2 diangkut menggunakan kereta barang dan kapal laut untuk jarak jauh. Jika barang diangkut menggunakan truk, konsumsi BBMnya akan lebih mahal dibandingkan dengan kereta api, apalagi jika diangkut menggunakan kapal laut. Jika diangkut menggunakan kereta api, barang akan lebih cepat sampai di tujuan, dibandingkan dengan truk yang terkadang berjalan "terengah2" di tanjakan, ditambah lagi supirnya perlu istirahat di malam hari atau jika mengantuk. Belum lagi kalau menggunakan kereta konsumsi BBMnya jauh lebih sedikit dibandingkan truk dan juga hanya perlu menggaji beberapa masinis untuk mengangkut barang dalam jumlah yang besar, dibandingkan dengan 1 truk 1 supir atau lebih. Bayangkan jika barang ingin diangkut dari Jawa Timur ke Aceh, berapa biaya yang dibutuhkan jika diangkut dengan truk?

Coba kita lihat diagram penggunaan APBN 2015 di bawah ini sebelum BBM dinaikkan dan subsidi BBM dikurangi:



Kita bisa lihat pada diagram diatas, sebelum BBM dinaikkan Indonesia mengeluarkan subsidi 414,7 Triliun, dimana 300 Triliunnya untuk subsidi BBM, sementara sisanya untuk subsidi lain2 (subsidi listrik, gas, kesehatan, dll). Sumber  (id.wikipedia.org)

Rp 300 Triliun itu sebesar apa sih?

- Jalan tol itu biaya pembangunannya 80 miliar per KM. Berarti 300 Triliun itu bisa membangun 3750 KM jalan tol. Sebagai perbandingan, jalan tol lintas sumatera yang sedang dibangun sekarang direncanakan akan memiliki panjang total 2.700 KM yang menghubungkan seluruh sumatera dengan biaya pembangunan sebesar Rp 150 Triliun. Bahkan biaya pembangunan tol sumatera 55 miliar per KM! Tol lintas sumatera direncanakan dibangun dalam 3 tahap karena keterbatasan dana. Padahal hanya dengan 1 tahun subsidi BBM, Indonesia bisa menghubungkan 2 buah pulau sumatera dengan jalan tol! Sumber (id.wikipedia.org)



- Jalur Kereta Api lintas Sumatera direncanakan sepanjang 2.168 KM dengan biaya Rp 64 Triliun. Berarti biaya per KMnya sebesar 30 miliar. Berarti dengan subsidi BBM senilai 300 Triliun per tahun, Indonesia sudah bisa membuat jalur kereta api sepanjang 10.000 KM. Itu cukup untuk menghubungkan seluruh provinsi yang ada di pulau2 besar dengan jalur kereta api. Sumber (bisniskeuangan.kompas.com)



- Bagaimana jika dana subsidi BBM dipakai untuk membangun jembatan selat sunda? Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 225 Triliun. Ini berarti dengan dana subsidi BBM selama 1 tahun, Indonesia sanggup untuk membangun 1 buah jembatan selat sunda. Sumber  (sp.beritasatu.com)



- Bagaimana dengan angkutan perkotaan? Indonesia telah berhasil menciptakan Metro Capsule, sistem transportasi berbasis rel bebas macet yang biaya pembangunannya jauh lebih murah dibandingkan dengan LRT, monorel, maupun MRT. Biaya pembangunan Metro Capsule sebesar 114 miliar per KM, ini berarti dengan dana subsidi BBM sebesar 300 Triliun dapat membangun Metro Capsule sepanjang 2631 KM! Sebagai perbandingan, kota Bandung hanya membutuhkan Metro Capsule sepanjang 100 KM. Dengan begitu transportasi di perkotaan tidak lagi dikuasai oleh angkot yang seenaknya sendiri menaikan tarif apabila BBM naik. Tarif transportasi akan lebih stabil, lebih murah, dan tidak lagi bergantung dengan harga BBM. Sumber (www.republika.co.id)



- Jika kita bandingan dengan sistem pertahanan. Apabila Indonesia berniat membeli pesawat tempur terbaru dan tercanggih buatan Amerika yaitu F-35 yang seharga Rp 1,26 Triliun, maka dengan dana subsidi BBM 1 tahun Indonesia mampu untuk membeli pesawat tempur F-35 sebanyak 238 unit! Jika kita bandingkan dengan Singapore yang memiliki pesawat tempur sebanyak 119 unit, Indonesia hanya memiliki pesawat tempur sebanyak 82 unit. Padahal Singapore berencana membeli lusinan pesawat F-35. Bagaimana jika dibandingkan dengan Australia? Australia berencana membeli 72 unit pesawat tempur F-35. Dalam hal militer, Indonesia sudah tertinggal jauh dengan negara2 tetangga. Sumber 1  (www.defensenews.com) Sumber 2 (en.wikipedia.org)



Dan hal2 yang disebutkan diatas bisa dilakukan Indonesia hanya dengan menggunakan dana subsidi BBM selama 1 tahun! Bagaimana jika 5 tahun? 10 tahun? 20 tahun?
Sebenarnya mudah bagi Indonesia untuk bisa menjadi negara maju.


Lalu selama ini subsidi BBM digunakan oleh siapa?


"Kasihan rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan BBM! Kamu ga tau kan gimana susahnya rakyat miskin untuk menyambung hidup?!"
Memang, rakyat miskin adalah yang paling menderita atas hilangnya subsidi BBM. Tapi coba kita lihat lagi, siapa yg paling banyak menikmati subsidi BBM?a



Subsidi BBM itu sebagian besar dinikmati oleh pengguna mobil pribadi (golongan atas) dan pengguna sepeda motor (golongan menengah). Sementara rakyat miskin hanya mendapatkan dampak subsidi BBM melalui angkutan umum, angkutan barang, transportasi laut, rumah tangga, dan perikanan. Kalau tidak percaya, silahkan amati kemacetan di Jakarta yang terjadi 2x setiap harinya.



Bayangkan berapa banyak uang negara yang dihabiskan hanya untuk kemacetan.



Bayangkan berapa banyak orang2 yg mengaku sebagai rakyat miskin agar bisa mendapatkan subsidi untuk bisa ikut serta dalam kemacetan.




Itulah sebabnya sejak jaman presiden SBY telah dicanangkan Bantuan Langsung Tunai dan dilanjutkan oleh presiden Jokowi dengan berubah wujud menjadi berbagai kartu sakti agar ruang lingkupnya lebih luas. Itulah bentuk subsidi yang sebenarnya, subsidi yang hanya untuk rakyat miskin, bukan untuk rakyat yang mengaku2 sebagai rakyat miskin. Memang dari jaman SBY sampai sekarang, bantuan langsung itu selalu memiliki banyak kekurangan. Setiap manusia jika membuat sesuatu pasti akan menghasilkan banyak kekurangan, tapi seiring berjalannya waktu, kekurangan2 tersebut akan ditutupi walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama.
Sebagai pengguna kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, pantaskah kalian masih berteriak2 meminta subsidi yang seharusnya untuk rakyat miskin? Pantaskah kalian yang telah menghabiskan dana negara menuntut hak yang seharusnya bukan milik kalian?
Jika kalian masih menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi yang menggunakan BBM bersubsidi, GA USAH PROTES! KALIANLAH YANG IKUT MENGHABISKAN ANGGARAN NEGARA!
Proteslah jika kalian sehari2 menggunakan angkutan umum, berjalan kaki, atau naik sepeda karena hanya merekalah yang tidak menghabiskan anggaran negara.

"Hidup itu susah klo ga ada subsidi BBM!"
Bukan susah lagi, bahkan menyakitkan dan menyengsarakan. Tapi di dunia ini tidak ada yang namanya kesuksesan tanpa pengorbanan. Negara maju pembangunannya pesat, bahkan negara2 tetangga pun pembangunannya lebih pesat daripada Indonesia, sementara Indonesia hanya jalan di tempat. Pas nanti infrastruktur dibutuhkan, baru deh pada nyalahin pemerintah sebelumnya dengan mengatakan "dari dulu kemana aja?". Lah dari dulu duitnya udah lu makan, masih nanya lagi!
Sama seperti kemacetan di Jakarta. Dulu waktu Jakarta belum macet dan ingin bikin MRT, rakyat banyak yang ga setuju. Lebih baik uangnya digunakan untuk yang lain. Sekarang begitu Jakarta udah macet parah, pada nanya deh pemerintah Jakarta yg dulu kemana aja. Memang rakyat banyak maunya.
Memang rakyat Indonesia tidak bisa mencegah, hanya bisa mengobati. Setelah terjadi Tsunami, baru deh pasang pendeteksi Tsunami. Setelah kemacetan parah, baru deh bikin transportasi massal. Nanti setelah infrastruktur Indonesaia tertinggal jauh, baru deh rakyat nyalahin pemerintah karena dari dulu ga bangun infrastruktur.
Satu lagi penyakit orang Indonesia: Orang Indonesia ga butuh solusi, hanya butuh orang lain untuk disalahkan.

Jangan berkoar2 protes kenaikan BBM dengan mengatasnamakan rakyat miskin! Anda pikir semua rakyat miskin jadi menderita karena subsidi BBM dihapus? Coba pikirkan rakyat2 miskin di papua yang harus menanggung biaya hidup yang bisa mencapai 2-3 kali lipat daripada di pulau Jawa karena infrastruktur disana untuk mengangkut barang sangat sulit. Coba pikirkan rakyat2 miskin di perbatasan Kalimantan yang jika ingin membeli kebutuhan pokok harus ke Malaysia terlebih dahulu karena mereka tidak memiliki akses infrastruktur ke negaranya sendiri. Mereka itu lebih membutuhkan pembangunan infrastruktur daripada subsidi BBM. Kalo mau protes, ga usah bawa2 orang lain!



Mana yang lebih kalian pilih? Terus menerus disubsidi selamanya namun tidak pernah terbebas dari kemiskinan, atau dibantu keluar dari kemiskinan? Subsidi akan membuat kalian bisa bertahan hidup, namun selamanya kalian akan bergantung pada subsidi dan tidak pernah terbebas dari kemiskinan. Atau dibantu infrastruktur untuk terbebas dari kemiskinan. Kalian tidak bisa bertahan hidup menggunakan infrastruktur, dan sangat melelahkan bahkan menyiksa saat melaluinya. Tapi saat sampai diatas, kalian akan terbebas dari kemiskinan dan akan menjadi sukses.

TS tidak ingin membela Presiden Jokowi. TS akan mendukung siapapun presiden yang mau mengalihkan subsidi BBM menjadi pembangunan infrastruktur, walaupun itu Prabowo, Jusuf Kalla, Hatta Radjasa, Ahok, Ridwan Kamil, Risma, Dahlan Iskan, pokoknya siapapun yang mau mengalihkan subsidi BBM menjadi infrastruktur pasti TS dukung.

Sekali lagi TS tekankan, TS tidak ingin membela presiden Jokowi. Dia pun juga banyak kesalahannya seperti kasus Budi Gunawan atau kasus salah tanda tangan. Jadi TS merasa ga ada gunanya TS membela presiden Jokowi. TS hanya mendukung pengalihan subsidi BBM menjadi infrastruktur.

Silahkan comment jika tidak setuju.
Jika setuju, TS berharap agan2 sekalian mau mengshare post ini di social media kalian. Supaya semakin banyak orang yang sadar bahwa subsidi BBM selama ini hanya membakar uang negara yang hasilnya tidak kelihatan wujudnya.

=============000=============

Artikel ini merupakan postingan yang saya sadur dari Kaskus, dan ditulis oleh pengguna Kaskus.

Berdasar artikel di atas, ini pendapat saya.
Menurut saya pribadi, infrastruktur merupakan sebuah identitas negara. Kenapa? Dengan melihat seberapa besar infrastruktur yang tersedia dalam sebuah negara, mencerminkan seberapa majunya negara tersebut. Di negara-negara maju, infrastruktur menjadi peran penting dalam perkembangan pemerintahan, kesejahteraan rakyat, kemajuan perekonomian, serta bidang-bidang vital lainnya dalam sebuah negara. Faktanya, memang infrastruktur di Indonesia sendiri sudah terlampau jauh dari kata layak. Sebagai pengguna layanan umum, saya sendiri sudah merasakannya begitu juga dengan pengguna-pengguna lainnya. Jadi saya berharap, kedepannya infrastruktur Indonesia bisa menjadi patokan untuk kemajuan Indonesia itu sendiri. Seenggaknya Indonesia kita ini tidak dipandang lemah, tertinggal, buruk, miskin, dan sebagainya oleh bangsa asing. 

Saturday, April 18, 2015

Ketahui Saya Hari Ini

Jum'at, 17 April 2015 merupakan hari keempat saya menjalankan ujian tengah semester. Ya, saya memang sedang berada di minggu-minggu penentu nilai. Tepatnya minggu ini dan hingga minggu depan, saya bakal menjalani ujian tengah semester. Melakukan evaluasi apa yang sudah saya dapat selama setengah semester ini. Saat ini saya masih semester dua sebagai mahasiswa STMIK Amikom Jogja.

Pagi tadi saya ujian mata kuliah bahasa Inggris. Bahasa internasionalnya bangsa bumi. Pagi tadi sedikit merupakan ujian yang spesial. Bukan karena soalnya mudah, tapi justru soal yang saya kerjakan lebih susah dari yang sudah saya pelajari sebelumnya. Walau dosen bahasa Inggris saya sudah menjamin murid-muridnya mendapat nilai A, tapi ujian kali ini tidak sesepele yang kalian bayangkan.

Hari Jum'at minggu sebelumnya, beliau dosen bahasa Inggris saya memberikan pengumuman bahwa jika mendapat nilai yang tinggi pada ujian tengah semester bahasa Inggris akan mendapat bimbingan khusus. Bimbingan yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa Amikom untuk mendapat nilai yang tinggi ketika mengerjakan tes TOEFL dan juga mempersiapkan secara mental serta skill berbahasa Inggris. 

Hal itu berkaitan agar mahasiswa Amikom mempunyai penerus untuk bisa mendapat beasiswa ke luar negeri, tepatnya ke universitas yang sudah bekerja sama dengan Amikom. Beberapa kakak kelas sudah hampir selesai mengenyam pendidikan di luar negeri dengan beasiswa dari negara. Tapi Amikom belum mempunyai calon penerus untuk melanjutkan program beasiswa ke luar negeri. Karena itu dosen saya memberikan pengumuman tersebut. 

Kemampuan berbahasa Inggris saya pas-pasan dan bisa dibilang di bawah standar untuk melakukan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Tapi hari ini dengan kemampuan saya yang hanya kecil seperti itu, saya masih berharap jika saya bisa menjadi salah satu mahasiswa Amikom yang mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri. Jika memang tidak kesampean, minimal dapat beasiswa S2 dalam negeri.

Saya masih ragu dengan hasil pengerjaan ujian saya tadi pagi, tapi apa mau dikata. Bisa saja jika yang di atas mengabulkan keinginan saya. Tentunya saya senang jika memang hal ajaib itu terjadi. Tapi yang namanya hasil tidak menghianati usaha kan? Jika dilihat dari usaha saya sebelumnya, bisa dibilang usaha saya cukup minim. Jadi peluang keberhasilan saya cukup kecil, mengingat banyak juga mahasiswa-mahasiswa yang kemampuan berbahasa Inggrisnya lebih hebat dari saya.

Intinya, kini saya cukup banyak berdoa saja serta usaha yang lebih keras. Semoga usaha dan doa saya tidak dihambat rasa malas saya yang cukup besar, hehehe. Berharap esok jika saya mengerjakan tes bahasa Inggris TOEFL, saya bisa mendapat poin 580. Dengan begitu perjalanan keluar negeri saya bakal gratis dan justru malah dibayari. Hehehe.

Monday, April 13, 2015

Your Heaven

Paradigma kehidupan, dilalui dengan segala upaya. Beberapa cara menunjukkan arah ke kesempurnaan. Sisanya memberikan kesan keburukan. Suatu keseimbangan antara hal positif dan hal negatif dalam kehidupan. Selalu berpasangan, tak peduli mana yang merugikan dan mana yang menguntungkan. Karena memang keseimbangan tidak memandang akibat. Tapi memandang kelengkapan satu sama lain, saling melengkapi.

Mereka yang melakukan upaya menuju kesempurnaan biasanya terikat dengan seperangkat aturan yang harus ditaati selama mereka hidup. Mereka yang menolak mengikuti aturan pasti akan mengambil upaya yang menuju keburukan. Dimana kesenangan serta kebebasan jadi prinsip utamanya. Tapi bukan berarti mereka yang memilih menuju kesempurnaan tidak merasakan kesenangan dan kebahagiaan di dalam aturan yang mereka taati.

Justru mereka yang memilih mentaati aturan yang diberikan, bisa menemukan kesenangan tanpa terbayang akan keresahan. Kesenangan seperti itu sifatnya sepenuhnya membawa kebahagiaan. Kualitas kesenangan ini tidak ditentukan oleh kuantitasnya. Sedikit atau banyak, kesenangan ini senantiasa berkualitas.

Kesenangan bakal dibayangi keresahan jika pelaku memilih untuk tidak mengikuti aturan dan melakukan perbuatan yang menunjukkan kesan keburukan. Kesenangan yang memang pada akhirnya tidak membawa kedamaian sama sekali. Kesenangan yang memang tidak berkualitas. Semakin banyak senangnya, maka semakin banyak juga keresahan yang di timbulkan. Selalu berbanding lurus.

Bagi yang sudah terlanjur tidak mentaati aturan, mukjizat-Nya lah yang bisa mengubah perilaku secara signifikan dan cepat. Beberapa orang disekitar biasanya ikut membantu meluruskan perbuatan-perbuatan mereka. Tapi lebih banyak ketidakberhasilannya. Karena memang kita tidak bisa semena-mena merubah seseorang begitu saja. Harus ada alasan yang tepat untuk merubahnya.

Salah satu alasan merubah seseorang, ialah dengan seseorang lain. Artinya, seseorang bisa dijadikan alasan untuk merubah seseorang. Alasan yang menandakan Demi Seseorang. Hal seperti ini sangat bagus sekali, karena hasil yang didapat selalu berbuah keberhasilan. Tergantung dengan seberapa besarkah arti dari seseorang yang dijadikan alasan untuk berubah. 


Di sini, paradigma kehidupan akan berjalan dengan hasil memuaskan. Menuju surga-Nya sudah pasti jadi finish dari sebuah perjalanan kehidupan. 

Sunday, April 12, 2015

Serba-serbi Ujian Nasional

Besok pagi hari senin, mereka para pelajar kelas XII sekolah menengah atas bakal melaksanakan ujian nasional. Menandakan malam ini mereka melakukan beberapa ritual wajib yang biasa dilakukan para pendahulu-pendahulunya dulu. Ritual wajib yang diantaranya menyimpang tapi umum dilakukan. Sisanya ritual wajib sebagai formalitas belaka.

Ritual wajib yang umum dilakukan para siswa berotak pas-pasan dibidang akademik, biasanya mereka akan melakukan fast-review tentang apa yang telah mereka pelajari selama tiga tahun. Biasanya siswa seperti ini tidak terlalu siap menghadapi ujian karena sudah merasa siap. Siswa seperti ini biasanya berujung biasa-biasa aja ketika nilai ujian nasional keluar. Terkadang siswa ini malah berujung luar biasa, karena faktor-faktor ajaib.

Ritual wajib lainnya, biasa dilakukan oleh siswa yang memang sudah sangat-sangat siap melakukan ujian nasional dan siswa-siswa yang mengganggap ujian nasional seperti ujian-ujian biasa. Yakni tidur malam seawal mungkin. Ritual ini dilakukan oleh mereka yang sudah sangat-sangat siap menghadapi ujian nasional untuk memberikan kesegaran otak mengerjakan soal-soal ujian nasional keesokan paginya. Tapi bagi mereka yang mengganggap ujian nasional hanya seperti ujian-ujian biasa saja, melakukan ritual ini untuk menghilangkan rasa deg-degan yang mereka hadapi. Kebanyakan dari mereka bakal menyadari setulus hati bahwa besok ujian, besok ujian, besok ujian.

Ritual wajib yang satu ini dilakukan oleh siswa-siswa antar golongan, yakni "searching, surfing, browsing, finding, hunting kunci jawaban". Ya, ritual ini dilakukan oleh siswa-siswa antar golongan, karena memang ritual ini dilakukan oleh sebagian siswa yang merasa sangat siap, yang pas-pasan saja, atau siswa yang menganggap biasa-biasa saja. Ritual ini merupakan ritual yang menyimpang tapi umum dilakukan.

Hal ini merupakan sebuah pelanggaran. Mereka yang melakukan hal ini tidak semata-semata salah 100%, karena hal ini terjadi karena ada pemicunya. Sama seperti asap, dimana ada asap pasti ada api yang menimbulkannya. Merekalah oknum-oknum dalam ruang lingkup pendidikan kita yang melakukan tindakan pelanggaran dengan membocorkan kunci-kunci jawaban ujian nasional.

Peluang ini pun dimanfaatkan oleh orang-orang kreatif yang tak bertanggung jawab sebagai ladang penghasilan. Merekalah joki-joki penjual kunci jawaban. Kenapa kreatif yang tak bertanggung jawab? Ya, mereka memang kreatif dengan memanfaatkan peluang sebaik mungkin tapi juga tak bertanggung jawab akan apa yang mereka jual. Banyak siswa-siswa yang tertipu oleh penjual kunci jawaban palsu. Namun jika mereka bertanggung jawab dengan kunci jawaban yang benar, mereka tetap saja bersalah. 

Yah, memang bisa dibilang sistem pendidikan kita ini masih jauh dari kata sempurna. Bahkan bisa dibilang lebih menjurus ke kata buruk ketimbang baik. Sistem pendidikan kita menurut saya terlalu monoton dan menekan. Monoton dalam artian dimana kreatifitas para siswa disini tidak menjadi prioritas untuk dikembangkan, dan justru memberikan pengajaran yang siswa sendiri tidak suka dengan apa yang diajarkan. Menekan dalam artian siswa ditekan habis-habisan karena tuntuntan nilai yang harus dicapai. Mereka terpaksa sekolah demi nilai tinggi, bukan demi ilmu yang didapat. 

Dari 3 ujian nasional yang saya lalui, saya sudah banyak mengerti tentang fakta-fakta yang ada dalam ujian nasional itu sendiri. Dari nilai ujian 4.00 hingga nilai 9.50 pernah saya dapatkan dari 3 ujian nasional itu. Lantas, apa saya termasuk siswa yang bodoh atau siswa yang pintar? Ya bisa dibilang faktor keberuntungan, bukan faktor bodoh atau pintar. Itu karena memang sistem ujian nasional kita lebih mengarah ke faktor keberuntungan ketimbang faktor bodoh atau pintar. Itu karena memang sistem ujian nasional kita yang tidak sempurna.

Memang tidak ada sistem di dunia ini yang sempurna. Setiap sistem pasti mempunyai lubang. Tapi mencoba menutup lubang itu lah yang membuat sistem terlihat sempurna, bukannya menambah lubang yang ada. Jadi harapan saya tentunya agar sistem pendidikan di Indonesia ini mulai menuju ke tahap kesempurnaan. Bukan malah menambah lubang yang sudah ada. 

Saturday, April 4, 2015

Milky Way



Namanya Milky Way. Istilah penamaan dalam  bahasa Inggris, yang berarti Jalan Susu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Dinamakan Milky Way karena jika dilihat warnanya seperti putihnya susu yang bercahaya. Orang luar sana memberikan julukan Milky Way.  Orang Yunani percaya bahwa warna putih yang bersinar itu merupakan jalur yang sering dilalui para malaikat, sehingga jalur itu berwarna putih menyala.

Mengenang dulu, ketika kecil ayah saya memberikan sebuah ilmu tentang astronomi. Ya, bisa dibilang begitu. Ilmu yang beliau berikan berkaitan dengan Milky Way. Ayah saya tidak pernah menyebut Milky Way. Tapi ayah saya menyebut hal itu dengan suatu sebutan yang umum dilafalkan oleh orang Jawa. Sayangnya saya lupa tentang sebutan penting itu.

Ilmu yang ayah saya berikan dulu, ternyata berkaitan dengan penyebutan Milky Way dalam bahasa Indonesia. Dulu ayah saya pernah menyebut bahwa ada tokoh pewayangan yang gagah bernama Werkudara tengah melangkah menyeberangi sungai di atas sana, tepatnya di Milky Way. Sebuah hal yang membuat saya berimajinasi kesana-kemari untuk beberapa tahun hingga saya paham akan apa yang ayah saya sebutkan ketika dulu.

Ayah saya memang sangat menyukai dengan cerita pewayangan, bisa dibilang beliau ikut melestarikan budaya Jawa dengan masih tetap mendengarkan cerita-cerita pewayangan hingga sekarang. Jadi sangat wajar, segala sesuatu tentang pewayangan sudah di luar kepala. 

Ketika Milky Way muncul di langit di atas rumah saya, beliau mulai mengenalkan kepada saya juga saudara-saudara saya tentang adanya Werkudara yang sedang menyeberangi sungai. Seketika yang dulu saya belum paham tentang ilmu astronomi malah berimajinasi tentang hal-hal yang tidak mungkin. Dulu saya beranggapan bahwa memang benar-benar ada tokoh pewayangan itu di atas langit dan dia benar-benar hidup di suatu tempat di atas sana, hingga ayah saya benar-benar bisa melihat dia. Sungguh imajinasi saya terlalu mengesankan.

Hingga suatu saat tepatnya ketika bulan Ramadan tiba, kala itu situasi desa saya sedang mati listrik. Dan hal itu menyebabkan bintang-bintang di langit malam terlihat lebih terang dari biasanya, kebetulan juga kala itu langit sedang cerah dan Milky Way sedang tampak di langit atas. Momen itu ternyata dimanfaatkan ayah saya untuk memberikan ilmu tentang tokoh pewayangan itu. Dengan bermodalkan senter sebagai alat bantu, beliau mulai menyoroti bintang dikejauhan sana yang membentuk koloni Milky Way. 

Setelah beberapa saat menjelaskan gambaran tentang tokoh pewayangan yang sedang menyeberangi sungai, ternyata memang saya masih belum paham juga dengan saudara-saudara saya. Akhirnya beliau menggambarkan sketsa kumpulan bintang menggunakan kertas dan pensil. Awal mula, beliau membuat titik-titik yang menggambarkan keberadaan bintang di langit atas. Lalu setelah beberapa saat ayah saya selesai membuat titik-titik itu. Lalu mulai menarik garis dari masing-masing titik yang ada. Dan ternyata hasilnya menggambarkan sebuah tokoh pewayangan itu.

Langsung saya yang masih tidak percaya tentang sketsa itu langsung melihat langit atas tepat dimana Milky Way berada. Cukup lama mencari posisi-posisi bintang yang menjadi titik penghubung antar garis itu. Setelah beberapa lama akhirnya saya mulai dapat melihat gambaran tentang tokoh pewayangan yang benar-benar ada dalam Milky Way. Yaitu merupakan sisi gelap pada bagian Milky Way yang nampak.

Setelah beberapa  tahun berlalu sejak itu, kini saya baru mengetahui bahwa ilmu yang ayah saya berikan itu merupakan sebab kenapa Milky Way memiliki sebutan nama "Bimasakti" di Indonesia, bukannya "Jalur Susu" seperti terjemahannya. Ternyata dulu Bung Karno lah yang berjasa memberikan nama itu. Beliau kala itu juga melihat adanya tokoh pewayangan Werkudara  di bagian sisi gelap Milky Way. Werkudara sendiri mempunyai nama Indonesia "Bima", jadi karena itu Milky Way yang merupakan galaksi tempat kita berada mempunyai sebutan "Galaksi Bimasakti".

Saat ini, Milky Way sudah mulai nampak di langit atas. Tapi suasana Jogja yang terlalu banyak polusi cahaya, cukup susah melihat dengan jelas. Tidak seperti dulu ketika saya masih berada di rumah. Berharap saya masih bisa mengamati tokoh pewayangan itu suatu saat ketika saya kembali ke rumah saya.

Selain itu, ayah saya juga memberikan beberapa ilmu astronomi lainnya yang semuanya didasarkan dengan ilmu astronomi Jawa. Antara lain tentang Lintang Gubug Penceng, Lintang Kemukus, Lintang Luku dan beberapa hal lainnya. Ilmu yang ternyata sangat penting untuk pengetahuan juga untuk penanda kebesaran-Nya. 
Published By Irfan Fahrurrozi