Thursday, December 25, 2014

Saya Tidak Jenius





Beberapa hari yang lalu, halaman facebook Meme Rage Comic Indonesia menerbitkan gambar yang sepertinya cocok 99% dengan saya. 

Ciri-ciri orang jenius:

  • Rasa ingin tahu yang tinggi
Saya bisa dikatakan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi tidak semua hal saya ingin tahui. Tetapi cukup hal-hal yang bagi saya memang menarik dan perlu untuk di ingin tahui yang tinggi. Misal, Apa, kenapa, dimana, siapa, bagaimana sebuah fenomena terjadi. Seperti misteri, konspirasi, penciptaan, teknologi, alam dan lain-lain yang menyangkut kehidupan. Matematika dan Fisika serta Kimia tidak masuk kedalam hal yang perlu diingin tahui.

  • Cerewet
Saya lebih cerewet jika berhadapan di depan perempuan. Kenapa? karena itu sudah sifatnya. Bisa diubah, tetapi jika diubah = tidak ori. Beberapa teman perempuan saya kebanyakan tidak tahan dengan apa yang keluar dari mulut saya, kebanyakan tanpa pikir panjang, tetapi lebih kebanyakan menjadi umpan tertawa mereka. Berbagi kebahagiaan.

  • Menyukai musik
Saya suka musik, saya suka main musik, saya suka liat orang main musik, saya suka mereka yang main musik, saya suka para pecinta musik, dan saya suka segala yang berbau musik. Musik itu ciri-ciri pengguna otak kanan. Ketika kecil saya terlalu menggunakan otak kiri saya, membuat prestasi saya di Sekolah Dasar terlalu cemerlang jika dibandingkan sekarang. Apapun itu saya lebih suka jika otak kanan saya lebh berperan banyak ketimbang otak kiri saya. Oya, cek VideoKu kalo mau liat main musik diriku.

  • Suka berbagi cerita
Apa yang saya lakukan sekarang? ya jelas berbagi cerita. Buktinya adanya blog pribadi ini, menceritakan kisah pribadi, termasuk opini dan lainnya. Orang cerewet kebanyakan suka berbagi cerita. Karena berbagi cerita itulah dia jadi cerewet.

  • Humoris
Membuat para mereka tertawa menyenangkan. Saya pernah melakukan Stand Up Comedy di sebuah cafe di tengah kota. Dan itu nyata, membuat mereka tertawa--lebih tepatnya menertawai--bersama saya. Tapi minat saya terhadap Stand Up Comedy mulai luntur, jadi saya ya cuma liat-liat mereka yang Stand Up Comedy. Bukan menjadi pelakunya.

  • Sering tidur larut malam
Jika Anda berteman dengan saya di facebook atau twitter, silakan hubungi saya dini hari. Kemungkinan saya akan membalas pesan Anda. Jam biologis mulai berubah. Saya kini lebih aktif di malam hari ketimbang siang hari. Siang hari mungkin hanya kuliah dan tidur. Malam hari kebanyakan selalu internet internet dan internet..


Jadi saya seorang jenius? gak juga, saya cuma masuk kriteria ciri-ciri orang jenius! Bukan berarti saya jenius.

Wednesday, December 24, 2014

Cerita Seorang Penulis Blog

Hari ketika kisah ini ditulis, merupakan hari pertama kalinya saya bisa mengakses kembali blog pribadi ini *dengan domain baru*. Hari sebelumnya, saya membeli sebuah domain yang rencananya akan saya gunakan untuk blog lainnya yang ingin saya komersialisasikan. Tetapi entah kenapa, terlintas pikiran jahat saya untuk menggunakan domain ini diblog pribadi, bukan untuk blog yang akan saya komersialisasikan. Sebenarnya saya baru pertama kali membeli domain, sebuah kata-kata yang harus ditukar dengan sejumlah uang. Dan sampai saat ini saya masih berfikir itu sebuah hal yang tidak sebanding. Namun begitulah dunia, dimana ada sesuatu hal yang terbatas maka semua orang akan mencoba mencari keuntungan dari hal tersebut, begitu pula dengan saya.

Keberanian saya membeli domain untuk blog ini, mungkin karena ini satu-satunya blog terbaik yang pernah saya kelola. Sudah ada 8 blog sebelumnya yang pernah saya kelola, tetapi hati dan pikiran saya tetap memilih bahwa blog ini merupakan blog yang terbaik dan paling terbaik yang pernah saya kelola.

Blog yang rencana akan saya komersialisasikan saat ini masih menemui hambatan, entah apa masalahnya. Tetapi saya mengelola blog itu secara profesional dan itu membuat saya berfikir tidak akan menemukan hambatan apapun dalam mengkomersialisasikannya. Saya pernah memberikan ilmu tentang blog kepada sahabat saya dulu, dan blognya pun kini sudah dikomersialisasikan. Berbanding 180 derajat dengan apa yang saya alami sekarang ini. Sungguh malang dengan nasib saya ini. Seseorang yang awalnya dibawah saya, kini dia diatas saya bahkan sangat jauh. Itu lah takdir-Nya tidak bisa ditolak --tetapi bisa dirubah-- secara halus.

Saya yakin bahwa ada Skenario yang menakjubkan dibelakang hambatan-hambatan yang saya temukan sekarang ini. Dia memang yang maha adil, dan tidak akan pernah bersifat tidak adil sedikit pun meskipun itu terhadap seseorang yang tidak pernah adil kepada-Nya. Semua itu terangkai dalam cerita bernama kehidupan. Tak ada hal yang bisa melampaui-Nya.

Saya termasuk Irfan yang beruntung karena saya orang pertama yang membeli domain irfan.asia . Sebuah domain yang sangat pas jika saya terapkan di blog pribadi saya. Mungkin itu termasuk alasan lain dimana saya melakukan pikiran jahat saya dengan memasukkan domain itu ke blog ini. Blog yang hanya sebagai pengganti buku harian saja terkadang tidak jarang ada hari tanpa menulis buku harian tersebut.

Setiap seorang profesional pasti memiliki homepage mereka masing-masing. Dan blog ini saya nyatakan sebagai official homepage pribadi saya, yang saya kelola secara profesional. Impian saya jelas menjadi seorang yang profesional dibidang nya. Saat ini saya masih menjadi penulis artikel freelance --seperti itulah sebutannya--- yang menjajakan lapaknya di media sosial. Saya seorang penerjemah Twitter untuk Indonesia, dan itu bersifat volunteer atau sukarela tanpa dibayar sepeserpun. Beberapa teman saya beranggapan itu hanya sebuah pekerjaan yang tidak ada harganya atau tak berguna, tetapi karena ada saya dan seribuan orang lain yang melakukan pekerjaan itu, Anda dan Anda bisa mengakses Twitter dengan bahasa nasional kita, Bahasa Indonesia!. Dulu saya pernah berinisiatif untuk membuat Twitter berbahasa Jawa, sebuah bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tetapi usaha itu sia-sia, tapi pasti ada hal positif disetiap usaha yang kita lakukan walaupun usaha itu bernilai negatif.

Kini, saya masih terus berjuang untuk mendapatkan kompensasi dari blog yang saya komersialisasikan walaupun entah sampai kapan hal tersebut bisa terwujud. Tetapi saya percaya suatu saat saya bisa mendapatkan kompensasi dari blog itu. Saya beranggapan bahwa orang yang optimis akan lebih nyesek ketika menemui hambatan ketimbang orang yang selalu pesimis. Itu karena orang yang pesimis sudah tersimpan rasa gagal dalam pikirannya, dan ketika orang itu gagal maka itu sudah menjadi hal biasa. Tetapi jika orang pesimis itu berhasil, maka ada kemungkinan dua kali lipat rasa puas akan dinikmatinya. Dan saya memilih untuk menjadi orang yang pesimis dalam segala hal walau terkadang ada beberapa bagian yang memaksa saya harus bersifat optimis. Nyatanya ketika saya bersifat optimis dan gagal, nyesek pun datang dua kali lipat. Yah, namanya juga hidup semua mempunyai pasangannya, dimana positif akan selalu berpasangan dengan negatif walau ada sifat netral diantara keduanya. Karena netral tidak akan pernah mempunyai pasangan didunia ini.

Monday, December 22, 2014

Indonesia Nostalgia

Menurut pandangan, pendengaran, insting, ketetapan hati, perasaan, pendapat, serta kejelian saya, lagu tersedih yang pernah ada sepanjang masa bukanlah lagu luar negeri. Tetapi lagu dari Maestro Legenda Indonesia Ebiet G. Ade, yang judulnya Camelia I, Camelia II, Camelia III dan Camelia IV. Sebuah sekuel lagu sedih yang menceritakan perasaan terdalam dari hati seorang Ebiet G. Ade.  Lagu Camelia I - IV sudah akrab sekali dengan masa kecil saya. Dan menjadi penghias lagu-lagu masa kecil saya disamping lagu dari Betharia Sonata, Ratih Purwasih, Tommy J Pissa, Poppy Mercury, Didi Kempot, Kenthus dan lain-lain. Jika kalian seumuran dengan saya, hampir dipastikan kalian gak kenal lagu-lagu dari mereka. "Bukan berarti saya itu seorang generasi Tua". 

Tetapi semua lagu itu saya dengarkan dari lingkungan keluarga bahagia, yaa keluarga saya sendiri. Setidaknya saya tidak harus menyesal karena tidak mempunyai lagu kenangan yang memang berbobot ketika masih kecil. Saya yakin, saya tidak paham makna dari lagu-lagu yang mereka dendangkan. Saya masih terlalu kecil memahami hal yang sangat rumit serta bermakna dalam lagu tersebut. 

Dan saya sangat merasa kasihan, kepada siapa? Kepada anak-anak jaman sekarang yang sudah tercemar masa kecilnya jadi susah untuk diselamatkan. Bagaimana mereka akan mempunyai kenangan masa kecil yang menyenangkan jika ketika mereka dewasa kelak, lagu masa kecil mereka "Sakitnya tuh disini" koplo version. Sullit dibayangkan atau bahkan Tak terbayangkan.  Ketika saya menulis ini, lagu tersebut sedang tenar. Dinyanyikan artis dadakan yang gak jelas asal-usulnya. Itu lah Indonesia. Anda gak perlu punya kualitas suara yang bagus atau olah vokal yang merdu, cukup dengan apa? goyangan, kecantikan, sensasi, serta basa-basi formalitas belaka. Sementara itu mereka yang bertalenta dengan kualitasnya akan kalah saing, tenggelam, lalu dilupakan.. 

Hanya ada sebagian kecil artis bertalenta yang bisa menang pamor melawan mereka yang mengandalkan keanggunan fisik atau keangkuhan sifatnya.. Iwan Fals, apa yang membuatnya masih bertahan sampai sekarang? Karena fisik? Goyangan? "Karena kualitas!". Sayangnya cukup sedikit mereka para seniman lawas yang memang benar-benar eksis di jaman sekarang ini. Salah satu impian Bang Iwan ialah menggelar konser bertajuk nyanyian raya dengan 4 Juta penonton secara live! Suatu hal yang mustahil? Tentu tidak! Tak ada yang mustahil didunia ini, ketika Ia sudah berkehendak. Berdasar data dari Bang Iwan, diperlukan luas area sekitar 20x Stadion Gelora Bung Karno untuk menampung 4 Juta penonton secara langsung. Tapi Bang Iwan masih belum menyerah, walau impian itu susah untuk di realisasikan. Oke Bang Iwan, saya selalu mendukungmu!

Kembali ke Camelia.. 
Siapa Camelia? tidak banyak orang tau siapa dia.. Seseorang yang ber-IQ tinggi pernah bercerita kepada saya, "Ebiet G Ade pernah kehilangan seorang kekasih yang meninggal karena kecelakaan". Dan saya paham apa yang setidaknya dirasakan seorang Ebiet G Ade, walaupun saya belum pernah mengalaminya. Siapa nama kekasih tersebut? Jelas! Namanya bukanlah Camelia. Orang ber-IQ tinggi itu bercerita juga, bahwa Ebiet G Ade tidak pernah mau menceritakan siapa kekasihnya yang meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Camelia merupakan nama yang mewakili seorang tersebut. Karena itulah lagu Camelia I - IV bisa dibilang lagu tersedih sedunia menurut saya. Sebuah lagu berdasar kenyataan yang menyedihkan. Mungkin status kekasih itu sama dengan seorang yang selalu teringat dalam pikiran saya, tidak bisa dilupakan, tetapi hanya bisa di abaikan dengan memikirkan hal lain. Tapi tetap saja kenangan bersamanya suatu hal mustahil untuk dilupakan. 

Ketika saya kecil, hal yang terlintas dalam benak saya, Camelia merupakan sebotol parfum yang biasa Ayah saya gunakan sehari-harinya. Umur saya sudah 18 tahun lebih ketika saya menulis ini, dan saya belum pernah melihat ayah saya membeli minyak wangi dengan merk yang lain. Tetapi Camelia lah pilihannya.. Mungkin bisa jadi sudah lebih dari 18 tahun ia menggunakannya. Mencerminkan jika Ayah saya orang yang konsisten. Dan patut untuk saya contoh. Dimana kesetiaan bukan hanya pada pasangan saja, tetapi segala hal baik yang kita temui di dunia ini. 

Lagu Camelia dan lagu-lagu lawas lainnya yang jadi penghias masa kecil saya, mereka seakan tak pudar dimakan oleh zaman. Tak ada kata bosan ketika saya mendengarnya, berbeda jika saya mendengar lagu dari zaman sekarang. Suatu hal yang aneh dan tak bisa dijelaskan, kenapa lagu lawas memiliki sifat serta pesona yang universal? kenapa lagu sekarang tidak seperti itu? Tapi itulah keindahan dari sebuah kisah nostalgia, yang walaupun saya belum terlahir ketika lagu itu diciptakan. Bahkan saya tidak tau siapa Poppy Mercury? yang saya tau dia meninggal ketika sedang mencapai masa keemasannya, hampir persis dengan penyanyi The Real Lady Rocker Nike Ardilla. 

Apapun itu, saya berterima kasih kepada keluarga saya, yang telah menyelamatkan masa kecil saya dengan memberikan hal-hal berupa melodi-melodi yang indah, tertata rapi, serta tersematkan kedalam hati saya sampai sekarang ini.

Cerita Ketika Hari Ibu

Nama masa kecil saya ialah Bambang Irawan. Sebuah nama yang diberikan oleh seseorang yang merupakan seorang pahlawan yang "tidak dengan tanpa tanda jasa". Ayah saya seorang pahlawan tanpa tanda jasa --biasa dipanggil Guru--. Itu berarti bukan ayah saya yang memberikan nama Bambang Irawan tersebut. Siapa pahlawan yang "tidak dengan tanpa jasa" ? Beliau adalah ibu saya yang tercinta dan satu-satunya. 

Dimana pada hari saya menulis ini, merupakan hari ibu di tanggal 22 Desember 2014. Ketika tanggal 21 Desember 2014, pada hari itu saya telah benar-benar rindu kepada ibu saya. Sebuah flashback mengharukan saya dapatkan ketika saya menonton film doraemon Stand By Me tepat ketika skenario dimana Shizuka berbicara kepada ayahnya bahwa dia belum bisa membahagiakan ayah dan ibunya. Begitu juga dengan saya, dan ketika itu saya mendapat sebuah pandangan yang saya yakin itu memang nyata. 

Terlihat seorang bayi yang menangis karena baru dilahirkan oleh seorang wanita yang itu ialah ibu saya sendiri dan bayi itu diri saya sendiri. Saya melihat ibu saya kesakitan lalu menangis ketika saya dilahirkan. Bukan tangisan karena kesakitan lah yang ibu saya rasakan, tapi mungkin itu tangisan kebahagiaan karena saya telah dilahirkan dengan selamat. Perjuangan yang sangatlah berat tetapi itu dilalui oleh ibu saya. Saya merasa berdosa. Terlalu banyak saya membantah, berbohong, merepotkan dan hal-hal lain yang saya lakukan tanpa adanya kebahagiaan yang harusnya saya berikan kepada ibu saya. Saat ini saya tidak bertemu ibu saya tepat 5 bulan ketika tanggal 23 Desember 2014. 

Ada yang bilang laki-laki tidak boleh menangis, tapi itu bagi saya sebuah omong kosong besar. Ketika seorang laki-laki dikaitkan dengan ibunya tentang perjuangan ibunya membesarkan dia, sudah sewajarnya dia menangis. Dan tangisan itu merupakan perasaan terdalam dari seorang laki-laki. Pada hari 21 Desember 2014 kemarin setelah skenario Shizuka berbicara kepada ayahnya, saya pun mengeluarkan air mata dan bisa dibilang itu menangis. Perasaan terdalam saya keluar ketika pandangan tentang kelahiran saya terlintas. Sungguh tak terbayangkan perjuangannya. Mungkin karena sekarang hari ibu, maka pada tanggal 21 Desember itu perasaan terdalam saya benar-benar keluar. 

Ketika sore harinya, saya menonton video dari seorang motivator Ippho. Ada momen dimana ia bercerita tentang perjuangan seorang ibu dimana dari tahun pertama perbuatan kita kepada ibu kita, sampai di tahun ke 40 usia kita. Itulah saat dimana air mata yang disertai perasaan terdalam saya keluar. Saya kembali teringat tentang ibu saya. Kedua kalinya di hari yang sama saya menangis. Dan saya menangis karena ibu saya. 

Tak tertahankan tak terelakkan. Air mata cerminan cinta serta kasih sayang kepada ibu saya yang bisa dibilang hanya sepanjang jalan, dan kasih sayangnya kepada saya sepanjang jaman. Video saya lanjutkan, dimana sang motivator melelang al-qur'an yang biaya keseluruhannya akan di sumbangkan, dan uang itu bersifat sedekah. Seorarng ibu yang sudah tua membeli al-qur'an itu dengan harga US$ 25000, sekitar 30 juta rupiah mungkin. Dan itu untuk sebuah kitab al-qur'an. Hajat dari ibu itu lah yang mulia, dimana ia bersedekah sebagai pendorong untuk kesembuhan ibunya yang sudah sepuh sedang sakit kritis di rumah sakit selama satu bulan. Hal yang menyedihkan ketika seorang yang kita cintai, seorang yang kita sayangi, ibu kita, masuk ke rumah sakit. Dan saat itu, ketiga kalinya dalam sehari saya meneteskan air mata, mengeluarkan perasaan terdalam saya betapa rindunya saya, betapa berdosanya saya, betapa sayangnya saya, betapa tidak mebahagiakannya saya kepada ibu saya. 

Ketika beberapa minggu saya di Jogja, ayah saya yang merupakan seorang yang tegar dan kuat juga meneteskan air mata ketika dia menceritakan kisah ibunya yaitu nenek saya. Suatu hal yang saya kira mustahil untuk melihat ayah saya meneteskan air mata untuk sebuah kisah yang mungkin dianggap semua orang sebagai cerita biasa. Tetapi itu lah yang membuat ayah saya meneteskan air mata, karena sebuah kisah yang menjadikan seorang ibu sebagai pelaku utamanya. Entah kenapa saya begitu rindu kepada ibu saya, dan mungkin ayah saya juga rindu kepada ibunya yang saya yakin ibunya mendapatkan tempat yang paling bagus disana, disurga. 

Ketika saya menulis ini, saya pun mengeluarkan air mata bersama keluarnya perasaan terdalam saya terhadap ibu saya. Terlalu banyak waktu yang saya sia-siakan ketika bersama ibu saya. Ingin rasanya saya kembali kerumah dan memeluk ibu saya, meminta maaf sebesar-besarnya kepada ibu saya. Air mata penuh kerinduan. Ketika hari yang fitri kemarin, saya tidak bertemu ibu saya. Dan andai pintu kemana saja milik doraemon benar-benar ada, pasti akan saya beli berapapun harganya. Demi bertemu ibu saya. Semoga ibu saya diberi umur panjang, diberi kemuliaan, diberi kesehatan, diberi keberkahan dalam hidupnya. "Ibu, I have no words but I have much Love to you." Selamat hari ibu! 
Published By Irfan Fahrurrozi