Jum'at, 17 April 2015 merupakan hari keempat saya menjalankan ujian tengah semester. Ya, saya memang sedang berada di minggu-minggu penentu nilai. Tepatnya minggu ini dan hingga minggu depan, saya bakal menjalani ujian tengah semester. Melakukan evaluasi apa yang sudah saya dapat selama setengah semester ini. Saat ini saya masih semester dua sebagai mahasiswa STMIK Amikom Jogja.
Pagi tadi saya ujian mata kuliah bahasa Inggris. Bahasa internasionalnya bangsa bumi. Pagi tadi sedikit merupakan ujian yang spesial. Bukan karena soalnya mudah, tapi justru soal yang saya kerjakan lebih susah dari yang sudah saya pelajari sebelumnya. Walau dosen bahasa Inggris saya sudah menjamin murid-muridnya mendapat nilai A, tapi ujian kali ini tidak sesepele yang kalian bayangkan.
Hari Jum'at minggu sebelumnya, beliau dosen bahasa Inggris saya memberikan pengumuman bahwa jika mendapat nilai yang tinggi pada ujian tengah semester bahasa Inggris akan mendapat bimbingan khusus. Bimbingan yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa Amikom untuk mendapat nilai yang tinggi ketika mengerjakan tes TOEFL dan juga mempersiapkan secara mental serta skill berbahasa Inggris.
Hal itu berkaitan agar mahasiswa Amikom mempunyai penerus untuk bisa mendapat beasiswa ke luar negeri, tepatnya ke universitas yang sudah bekerja sama dengan Amikom. Beberapa kakak kelas sudah hampir selesai mengenyam pendidikan di luar negeri dengan beasiswa dari negara. Tapi Amikom belum mempunyai calon penerus untuk melanjutkan program beasiswa ke luar negeri. Karena itu dosen saya memberikan pengumuman tersebut.
Kemampuan berbahasa Inggris saya pas-pasan dan bisa dibilang di bawah standar untuk melakukan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Tapi hari ini dengan kemampuan saya yang hanya kecil seperti itu, saya masih berharap jika saya bisa menjadi salah satu mahasiswa Amikom yang mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri. Jika memang tidak kesampean, minimal dapat beasiswa S2 dalam negeri.
Saya masih ragu dengan hasil pengerjaan ujian saya tadi pagi, tapi apa mau dikata. Bisa saja jika yang di atas mengabulkan keinginan saya. Tentunya saya senang jika memang hal ajaib itu terjadi. Tapi yang namanya hasil tidak menghianati usaha kan? Jika dilihat dari usaha saya sebelumnya, bisa dibilang usaha saya cukup minim. Jadi peluang keberhasilan saya cukup kecil, mengingat banyak juga mahasiswa-mahasiswa yang kemampuan berbahasa Inggrisnya lebih hebat dari saya.
Intinya, kini saya cukup banyak berdoa saja serta usaha yang lebih keras. Semoga usaha dan doa saya tidak dihambat rasa malas saya yang cukup besar, hehehe. Berharap esok jika saya mengerjakan tes bahasa Inggris TOEFL, saya bisa mendapat poin 580. Dengan begitu perjalanan keluar negeri saya bakal gratis dan justru malah dibayari. Hehehe.
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.