Thursday, January 29, 2015

Cerita Saya Hari Ini (3)

Ketika saya menulis ini, bertepatan dengan kedatangan sebuah Duo Gitaris favorit saya di Indonesia, Depapepe. Bisa dikatakan sebagai idola saya. Karena setiap hari memang saya senang mendengarkan lagu-lagu ciptaan mereka yang hanya menggunakan alunan dua gitar disertai dengan instrumen lain tanpa dibubuhi lirik di setiap lagunya. Suatu hal yang berbeda dengan musik-musik biasanya. Dan saya suka itu.

Sayangnya saya tidak bisa melihat mereka tampil besok. Saya masih belum mampu mengeluarkan uang yang saya punya untuk menonton idola-idola saya. Hingga saat ini saya masih menggunakan media internet untuk mendapat konten-konten yang idola saya ciptakan. Bisa dibilang 100% saya selalu melakukan hal ilegal yang berhubungan dengan idola-idola saya, men-download konten-konten yang mereka ciptakan. 

Sudah pasti saya bukan fans setia yang selalu mendukung idola-idolanya dengan membeli produk-produk original-nya. Yah, saya bukan berarti tidak mendukung. Hanya saja saya tidak ingin melibatkan orang tua saya untuk membantu saya membeli apa yang idola-idola saya ciptakan. Sudah cukup bagi saya membebani orang tua saya.

Walau begitu, saya juga fans yang ingin bertemu idolanya. Dan mungkin "pintu kemana saja" milik doraemon jadi solusi bagi saya. Seandainya alat itu memang ada di kehidupan saya, pasti akan saya gunakan untuk bertemu mereka para idola saya.

Sebenarnya saya membenci hal-hal yang berkaitan dengan pembajakan. Perbuatan yang bagi saya sangat tidak terhormat. Juga hal itu membuat si pembajak tidak menghargai karya-karya seseorang yang sudah bersusah payah menciptakan karya dengan sepenuh hatinya. Sebuah kontradiksi bagi saya. Disamping saya membenci perbuatan itu, saya masih tetap terus menggunakan konten-konten bajakan walau konten itu berasal dari sebuah karya original. 

Tapi agar saya bisa mendapatkan karya-karya idola saya, ya saya harus menggunakan konten-konten bajakan itu. Saya masih belum mampu mendapatkan karya mereka dengan keringat saya sendiri. Dan saya juga tidak ingin orang tua saya menjadi tambah terbebani demi kebutuhan saya yang bisa dikatakan tidak penting.

Impian saya saat ini masih ingin bertemu mereka para idola saya. Tidak hanya Depapepe saja, tapi juga idola-idola saya lainnya. Saya sebenarnya juga berharap agar idola-idola saya menjadi saingan saya suatu hari nanti. Hingga mereka lah yang akan membeli karya-karya saya. Bukan hanya saya saja yang membeli karya-karyanya. 

Itu masih menjadi impian saya saat ini. Saya juga berharap bisa bertemu mereka tanpa sepeser uang pun yang saya keluarkan. Bagaimana pun caranya yang penting itu halal dan tidak merugikan orang lain pastinya. Semoga Allah mendengar mimpi-mimpi saya ini. 

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi