Tuesday, January 6, 2015

Jepang Itu?

Jepang itu negara sempit yang mengharuskan manusia-manusianya tidak berpikir sempit seperti luas wilayahnya. Karena itulah, dulu Jepang jadi salah satu negara penjajah. Dimana manusianya yang tidak berpikir sempit, mencari wilayah yang tidak sempit. Kenapa? Karena:
Kekuatan manusia sesungguhnya akan keluar, ketika manusia itu sedang kepepet.
Itu peribahasa yang saya dapat dari analisa saya sendiri. Berdasarkan beberapa teori, ataupun pengalaman saya sendiri yang sudah saya buktikan. Seperti, pada saat lomba lari atau ujian penilaian lari, saya selalu mendapat posisi terakhir atau hampir terakhir. Suatu hal yang sangat wajar, karena memang saya tidak diciptakan dengan kaki yang kuat, atau tenaga yang banyak bahkan minat untuk menjadi juara lari. Tetapi, suatu saat ketika "kepepet" dikejar hewan yang saya takuti--anjing--saya jadi pelari pertama diantara mereka-mereka teman saya yang dulunya berjaya dilomba lari, tapi saya bisa mengungguli mereka di momen ini. Ya, momen "kepepet". Dan hasilnya saya tidak menjadi orang yang hampir terakhir untuk melarikan diri. Tapi yang pertama. Hebatkan? Beberapa saat kemudian, entah kapan saya mencoba lomba lari lagi. Hasilnya? Saya kalah lagi. 
Terbukti, kekuatan manusia sesungguhnya muncul, pas ketika manusia itu "kepepet".
Selaras dan serasi bahkan sejajar dengan Jepang. Sebuah negara kecil yang minim Sumber Daya Alam dan Sumber kehidupan lain. Karena keminimnya itulah, manusia Jepang dituntut "Out of The Box" untuk menyambung hidup atau mencari Sumber penghidupan lain. Bahkan segala cara termasuk cara-cara yang tidak manusiawi ataupun yang tak berprikemanusiaan dilakukan, demi tercapainya tujuan mereka. Menjadi Penjajah negara Jajahan lah salah satunya. Dan Indonesia beruntung bisa di jajah Jepang. Kenapa?

Menurut saya, ada keuntungan yang berharga Jepang sudah menjajah kita bangsa Indonesia. Keuntungannya yaitu "Indonesia menjadi bersatu melawan penjajah". Sekarang ini, Indonesia krisis persatuan. Dimana mereka sebagian besar para orang atas selalu mendahulukan kepentingan pribadi mereka diatas kepentingan orang bawah yang sudah seharusnya mereka perjuangkan. Dari fakta ini disimpulkan jika:
Jika ada dua pihak yang bermusuhan, salah satu cara ampuh mendamaikannya ialah mengusik kepentingan mereka berdua. Dilakukan oleh pihak ketiga. Nantinya mereka bakal atau pasti akan bergabung untuk mengalahkan pihak ketiga.
Resikonya ya jelas ada di pihak ketiga, bakal dimusuhi mereka berdua. Tetapi, permusuhan mereka berdua sedikit mereda karna adanya usikan dari pihak ketiga. Tapi itu bukan cara efektif untuk menyelesaikan permusuhan. Tapi itu memang cara yang ampuh. 

Jepang membuat kita semua bersatu dengan "usikannya". Alhasil, kita menang!. Tapi kita masih tetap kalah dengan Jepang dalam sebagian BESAR bidang. Ditinjau dari pendapatan perkapita di Jepang, sungguh diatas banget ketimbang pendapatan perkapita di Indonesia. Bukan itu saja, tapi banyak hal lainnya yang karena saking banyaknya sampai-sampai saya susah untuk menjelaskannya.

Jepang yang sekarang, masih sama dengan Jepang yang dulu. Dimana manusia-manusianya dituntut untuk tidak boleh berpikir sempit. Bedanya mereka kini lebih kalem, tanpa adanya tindakan tak manusiawi. Mereka kini lebih kreatif dalam segala hal ketimbang Indonesia. Kenapa? Karena:
Jika kita tidak dalam keadaan kepepet, kekuatan kita sesungguhnya tidak akan benar-benar keluar.
Itulah yang terjadi di Indonesia. Terlalu banyak sumber daya yang Indonesia punya, sehingga masyarakatnya cukup "luntang-lantung" menghadapi hidup. Karena semua sudah tersedia di sekitar kita. Bahkan saking malesnya, kita tidak berpikir secara kreatif untuk mengolah apa yang kita punya. Nah, itu efek negatif dari "kekayaan Indonesia". Secara fakta, memang begitu Indonesia. Kekuatan sejatinya tidak keluar atau bahkan tidak akan keluar, jika memang sumber kehidupan alami masih tersedia.

Apa kita perlu kreatif seperti Jepang? Jawabannya tidak! Tapi kita perlu Lebih-Lebih-Lebih kreatif dari Jepang.
Orang hebat itu harus menjadi orang kreatif yang memanfaatkan kekreatifan orang.
Jadi, Jepang itu kreatif. Dan kitu cukup menjadi lebih kreatif untuk memanfaatkan kekreatifan Jepang. Caranya ya cukup kita buat Jepang tergantung dengan Indonesia. Gitu.. Lama-kelamaan taraf hidupnya Indonesia bakal diatas Jepang, karena kita menaklukan Jepang. Dengan cara kreatif.

Jepang masih jadi negara pertama yang pengen saya kunjungi. Kenapa? Karena saya termasuk Indonesia, yang mana sekarang masih tergantung dengan Jepang. Artinya kita masih dijajah Jepang. Walau tak kasat mata. Semua orang punya opini masing-masing terhadap Jepang dan sejarahnya dengan Indonesia. Tapi inilah opini yang murni dari pemikiran saya, tanpa terpengaruhi orang lain atau sumber lainnya. 

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi