Lampung itu tempat kelahiran saya, tempat masa kecil saya, tempat saya mengawali belajar, tempat saya mendapat banyak teman, sekaligus tempat saya mendapat banyak cobaan. Setelah bertahun-tahun saya menetap di Lampung, kini sudah 6 bulan lebih saya melangkahkan kaki meninggalkan Lampung. Memulai petualangan baru di tempat yang bukan tanah kelahiran saya. Lampung yang membuat saya mempunyai gelar "Putra Jawa Kelahiran Sumatera". Itu lah gelar yang baru saya dapat ketika saya mulai melangkahkan kaki keluar dari Lampung.
Sekilas tentang tempat kelahiran saya itu, terletak di ujung Sumatera dimana menjadi salah satu provinsi yang miskin di jajaran provinsi lainnya di Sumatera. Lampung juga jadi tempat ibu dan ayah saya pertama kali bertemu hingga akhirnya membina rumah tangga. Mereka sama-sama merantau dari kampung halamannya. Mencari kehidupan yang lebih baik pastinya. Karena memang ibu dan ayah saya bukan dari kalangan atas ataupun menengah, tapi memang dari kalangan yang pas-pas an kadang kekurangan, itulah yang saya ketahui sampai sekarang.Sebuah takdir lah yang mempertemukan ibu dan ayah saya. Menjadikan kami semua anak-anaknya keluarga bahagia.
Dulu saya pernah mendengar ibu saya berkata jika membina kehidupan di Lampung lebih baik daripada di kampung halamannya. Dan itu juga dirasakan ayah saya sepertinya. Sehingga ketika mereka membina rumah tangga, Lampung lah tempat tinggal selanjutnya hingga sekarang.
Karena ibu dan ayah saya orang rantau, sudah pasti jauh dari keluarganya. Dan karena itulah keluarga saya tidak mempunyai hubungan kerabat dekat di Lampung. Toh jika ada, itu pasti kerabat jauh. Keluarga ibu dan ayah saya berasal dari satu daerah yang sama dan hanya bertetanggaan desa. Mungkin jika mereka dulu tidak merantau ke Lampung, sebuah keluarga yang saya rasakan sekarang tidak akan pernah ada. Dan entah apa saya akan dilahirkan atau terlahir dari keluarga yang berbeda.
Kini saya justru kembali ke kampung halaman ibu dan ayah saya. Mengikuti jejak-jejak napak tilas mereka disini. Merakasan bagaimana mempunyai kerabat dekat yang memang dekat. Memang disini lah keluarga besar saya, jika menurut orang-orang. Tempat kakek-nenek saya tinggal.
Jika di urut berdasarkan silsilah keluarga ayah, saya merupakan anak yang termuda di antara sepupu-sepupu saya. Selain itu ayah saya juga anak terakhir dari kakek-nenek saya, begitu juga saya yang jadi anak terakhir ibu dan ayah saya. Tapi jika di urut dari keluarga ibu, saya bukanlah yang terakhir. Setidaknya saya punya beberapa adik sepupu, entah berapa jumlahnya saya tidak tau pasti. Memang saya juga belum pernah bertemu mereka secara keseluruhan, hanya sebagian. Mungkin waktu yang akan mempertemukan.
Jika di ambil kesimpulan, Jogja ini jadi kampung halaman ibu dan ayah saya, dan seharusnya juga jadi kampung halaman saya. Dimana keluarga besar saya ada di sini semua. Tapi setelah beberapa bulan di Jogja, saya kembali berkesimpulan. Jogja akan jadi kampung halaman saya jika masa kecil saya dihabiskan di Jogja. Dan masa kecil saya dihabiskan di Lampung, masa pertumbuhan saya dari baru dilahirkan hingga sekarang.
Memang saya tidak pernah merasakan kedekatan dengan keluarga besar ketika di Lampung. Bisa dibilang keluarga yang gak punya sedulur di Lampung. Keluarga saya ibarat solo-player. Ya begitulah yang saya rasakan. Tapi giliran saya merasakan keluarga besar disini, saya malah justru merasa berada di tempat lain. Tempat yang bukan kampung halaman, bukan rumah. Mungkin karena ibu dan ayah saya tinggal di Lampung. Dan seandainya mereka kembali ke sini, pasti rasanya komplit memiliki keluarga besar.
Tapi saya juga tidak menghendaki mereka pindah kesini, dan biarlah disana di Lampung. Tempat pilihan ibu dan ayah saya memulai hidup baru. Suatu saat saya juga akan kembali ke Lampung walau mungkin saya berangan-angan untuk tidak menetap di sana dan memulai kehidupan baru di sana. Tapi jika memang itu kehendak Yang Maha Esa, saya juga akan mensyukurinya. Jadi biarkan waktu menjawab.
Bagaimanapun juga Lampung itu juga bagian dari cerita hidup saya, malah jadi bagian yang besar dan hampir semua untuk sekarang ini. Tempat dimana saya mendapatkan teman-teman, tempat dimana saya memulai kehidupan baru, tempat dimana saya diajarkan nilai-nilai kehidupan. Itulah Lampung yang saya rasakan. Baru bisa saya rasakan berharganya setelah saya tinggalkan. ^-^
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.