Dulu sekali, pas kecil yang namanya kartun sudah menghiasi isi kepala saya, hati saya hingga perilaku saya. Kartun yang bagi orang dewasa gak mendidik dan membuat penontonnya si anak-anak menjadi lupa akan sekolah dan pendidikannya. Membuat nilai di sekolah turun atau menjadi goblok. Itulah yang ayah saya pikirkan tentang kartun, walau saya gak tau itu bener atau memang sebatas khayalan saya.
Terkait opini ayah saya, mungkin hal yang wajar karena ayah saya orang yang pandai dalam hal pengetahuan. Dan darahnya mengalir ke anak-anaknya. Salah satu teman saya ketika mengaji di TPA, bertanya yang entah kenapa kok saya masih ingat pertanyaan itu. Ia bertanya ke guru kami "kenapa kok anak-anaknya ayah saya pinter semua?". Guru kami menjawab panjang lebar yang saya gak inget apa jawabannya sampai sekarang.
Oke, kartun sudah menghiasi isi kepala saya, hari saya hingga perilaku saya. Wajar jika mimpi terindah saya ya jelas tentang kartun. Sebuah mimpi yang sebagiannya mimpinya berwarna hitam putih.
Sebuah penelitian menunjukkan,
Semakin tinggi intelejen yang dimiliki seseorang, semakin luas ia akan bermimpi
&
Kebanyakan orang yang memiliki intelejen tinggi, mimpinya akan berwarna.
Nah itu penelitan tentang mimpi. Mimpi terindah saya berwarna hitam putih, bukan karena saya tidak memiliki intelejen yang tinggi. Tapi karena kartun sudah menghiasi mimpi saya itu.
Dulu ketika kecil, waktu pertama kali ayah saya membeli VCD player, ia sering sekali membeli kaset VCD. Beberapa diantaranya kaset video lagu band jaman dulu ataupun campur sari, Ayah saya juga membelikan kaset VCD kartun untuk saya, anaknya. Membuat opini saya tentang pemikiran kartun ayah saya hilang seketika. Mungkin dia ingin saya tambah bahagia. Membelikan saya beberapa kaset VCD kartun seperti Tom & Jerry, Micky Mouse, Donald Duck, dan Doraemon. Ia membelikan saya 4 VCD kartun. Suatu saat ketika saya diajak ayah saya belanja, dia juga membelikan saya kaset VCD Ninja Ranger volume 17.
Di kaset VCD Mickey Mouse, ada film kartun yang diproduksi jaman dulu sekali dan berwarna hitam putih. Dan saya suka film bagian itu. Hingga suatu saat film itu masuk kedalam mimpi saya. Menjadikan sebagian mimpi indah saya berwarna hitam putih.
Di mimpi terindah saya itu, saya melihat bahwa karakter-karakter kartun Mickey Mouse masuk kedalam dunia nyata. Mereka bermain-main di halaman rumah saya. Cuaca dalam mimpi itu hujan, dan mereka bermain-main air yang menggenang di tanah. Bukan hanya halaman rumah saya, mereka juga bermain di halaman rumah tetangga saya.
Ketika itu seakan saya menjadi penonton di mimpi saya. Bukan menjadi pelaku utamanya. Saya mengamati keindahan yang hadir jika mereka benar-benar nyata keluar dari film-film yang sudah saya tonton. Mimpi itu sangat berkesan, hingga sekarang umur saya 18 tahun. Mimpi itu terjadi ketika saya mungkin belum masuk TK atau ketika saya TK malahan. Yang jelas bertahun-tahun saya masih menjadikan mimpi itu mimpi terindah saya sepanjang saya hidup di dunia.
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.