Wednesday, January 21, 2015

Musisi

Musik memang salah satu kesukaan saya. Sudah saya ceritakan sebelumnya kisah saya tentang selera musik. Ada beberapa musisi yang menjadi panutan saya, sehingga saya menyukai musik. Merekalah yang setiap hari tak dengar musik-musiknya. Dan musik mereka susah bosannya bagi saya. Beda dengan para musisi lain yang lagunya diputar berulang-ulang sedikit saja, saya langsung bosan. Tapi musik yang dihasilkan mereka justru membuat saya ketagihan untuk mengulang dan mengulang. Kadang-kadang saya juga niruin musik mereka. Sebatas menambah skill dibidang musik.

  • Payung Teduh
Sebuah band yang beraliran jazz. Sekaligus band pertama yang seluruh personilnya saya follow via twitter pribadi saya. Personilnya hanya empat. Alat musiknya pun sederhana, tanpa ada efek yang berarti. Hanya suara asli yang dihasilkan. Tapi kualitas musiknya membuat saya takjub hingga sekarang dan mungkin akan berlangsung hingga ke masa depan. 
Mereka masih mempunyai dua album. Dan terkenal berkat dua album itu. Terdiri dari 14 macam lagu. Kesemua lagunya mempunyai lirik yang dalam menurut saya. Menyentuh hati, pikiran serta jiwa. Makanya saya tidak bosan walau 14 lagu itu diputar berulang-ulang setiap hari.
Saya mengetahui band itu dari acara Liputan 6 SCTV. Dulu di hari Minggu pagi, mereka tampil secara eksklusif di acara itu. Dan ternyata musik mereka yang easy listening cocok diputar waktu pagi kala itu, sekitar jam 5 lebih. 
Dan ternyata akhir-akhir ini, saudara laki-laki saya (kakak) juga mulai suka mereka. Memang musiknya membawa damai, dan wajar jika dia suka. Mungkin dia suka karena sudah menontonnya secara live.

  • Depapepe
Juga sebuah band beraliran jazz. Mereka beraliran instrumental. Hanya memainkan alat musik saja. Terdiri dari dua orang yang bermain gitar. Terkadang mereka dibantu alat musik lain sebagai pendukung. Mereka berasal dari Jepang. Dan akhir bulan nanti akan tampil di Indonesia. Sayangnya saya gak bisa nonton mereka.
Depapepe sudah menghasilkan banyak album. Lebih dari 8 Album. Terdiri dari puluhan lagu. Di setiap lagu menampilkan kemampuan gitar yang saya sendiri tidak percaya jika musik itu dihasilkan dari gitar. 
Saya juga mencoba mempelajari teknik bermain gitarnya. Dengan mendengar lagu-lagunya dan langsung mempraktekkannya tanpa petunjuk video. Suatu hal yang susah bagi saya untuk mencapai taraf sempurna. Yah minimal nyerempet dikitlah, walau suara memang masih acak-acakan. Tapi memang permainan Depapepe menggunakan teknik tinggi, makanya lagunya bagus semua. Dan bisa nyantol di hati. Diputer berapa kalipun ya gak bosen.

  • Ebiet G. Ade
Kalo ini penyanyi legenda. Waktu awal berdirinya blog pribadi saya ini, saya menuliskan tentang lagu beliau di kisah saya. Lagunya memang menarik. Suaranya punya ciri khas yang memang susah di tiru. Lagunya kebanyakan menceritakan tentang cinta.
Saya sih yakin, semua juga suka sama Ebiet. Dan hanya kaum muda yang alay yang gak suka sama Ebiet. Musiknya sepertinya universal, tak termakan sama jaman. Walau penyanyinya sudah jarang banget muncul di layar tv Indonesia.

  • Steven Jam / Steven n' Coconutreez
Band beraliran reggae yang lagu-lagu karyanya pas banget sama saya. Menceritakan kehidupan, kebebasan serta kritik sosial Indonesia. Karena isi lagunya mencerminkan kehidupan, saya jadinya suka. Saya suka mengamati kehidupan. Dan selalu mencoba melalui kehidupan itu sesederhana mungkin tanpa tuntutan. 
Selain Steven Jam, legenda reggae Indonesia, Tony Q Rastafara juga saya suka. Lagunya juga menceritakan kehidupan. Kehidupan yang identik dengan kesenangan bukan kesedihan. Mencerminkan kebebasan bukan terkekang.


Ada beberapa musisi lagi yang saya suka, tapi itu yang paling saya suka. Terlalu banyak yang saya suka, dan kebanyakan dari yang saya suka, teman-teman saya pasti tidak menyukainya. Mungkin karena saya selalu bersikap beda dari kebanyakan orang. Karena saya suka perbedaan.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi