Dulu dulu ( long time ago ), sinema elektronik atau yang biasa disingkat sinetron yang tayang di televisi sangatlah bermutu---baca melekat diotak---ketimbang yang sekarang ( currently ). Semua berawal dari apa? Sejak manusia berubah menjadi hewan, dan terekspos di Televisi. Ketika tulisan ini dibuat, itu berarti TV yang menayangkan sinetron sedang berlomba-lomba merubah manusia-manusia berakal menjadi hewan-hewannn yang tak berakal. Tak tanggung-tanggung, bukan cuma hanya sekedar satu channel saluran TV saja yang menayangkan plus mengeksposnya.
Diluar negeri, hewan jadi bintang film, contoh "BABE", "ANT", "Beethoven", "Hachiko" dan lain-lain. Didalam negeri, manusia diubah dulu jadi hewan lalu masuk TV. Mirisnya Indonesia.
Dulu itu bermutu! Dulu itu lebih menyenangkan!
Apa yang bermutu? Apa yang menyenangkan?
Kenangan!
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Jin dan Jun". Om Jin sama Junaidi. Nama Jinnya Mustofa, terperangkap seribu tahun di dalam botol dan diselamatkan oleh Jun. Faktanya, karena sinetron itu, saya tau kalo Jin itu:
Sepatunya lancip, mengabulkan lebih dari 3 permintaan, baik hati, visible jika dilihat di TV tapi invisible bagi para pemain (kecuali yang punya), selalu pakai baju ala timur tengah, dan banyak lagi.
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Jinny oh Jinny", masih bertema Jin. Tapi bukan pria atau waria. Rumahnya di kerang. Membuat semua orang buka-buka tempurung kerang kalo nemu di pinggir laut atau pantai. Yaiyalah, jinnya cantik. Gak kayak tante Key. Faktanya, karena sinetron ini, saya tau kalo Jin itu:
Beda sama setan, kalo setan serem, kalo jin cantik. Walaupun sama-sama makhluk halus, tapi jin membuktikan kehalusan kulitnya.
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Tuyul dan Mbak Yul", disini mulai sulit membedakan Cut Tary dan Ersamayori. Sebuah dilema yang juga dirasakan mbah Sudjiwo Tedjo. Sinetronnya berkesan, masih bisa membuat saya tertawa tersenyum dan manggut-manggut. Yang saya dapet?
Tuyul ada yang protagonis, gak mau nyuri uang. Dan bisa visible kalo pake baju manusia (anak-anak). Kalo udah pake kolor ya invisible. Selalu botak, dan dikejer sama Samson dan seorang lagi tuyul gendut.
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Putri Duyung", yang main mungkin punya garis keturunan dengan saya. Ayah saya bernama Azhari, yang jadi putri duyung juga Azhari. Sinetron ini, membuat saya berimajinasi. Ketika putri duyung nangis, air matanya jadi mutiara. Mungkin saya bisa tiap hari makan bakso kalo punya putri duyung. Yang berkesan?
"Zainal Abidin Domba". Putri duyung jangan sampe kena air kakinya. Suka mainan air dalem baskom besar. Kalo punya putri duyung pasti diuber sama penjahat ( tentu saja penjahat yang memakai mobil Jeep ).
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
Nah itu semuanya genre komedi fantasi.
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Yang lainnya, "Lorong Waktu" ber-sekuel. Diproduksi sama SCTV Oke! bukan SCTV satu untuk semua. Dulu memang Oke SCTV. Tayang cuma pas bulan puasa, ketika ramadan datengnya pas bulan november akhir. Disitu, saya berandai-andai jadi Zidan. Siapa dia? salah satu tokoh yang paling bagus menurut saya. Kenapa? karena saya dulu masih kecil, jadi tanpa sebab ya menilai-menilai saja. Paling berkesan?
Jambrong sama temennya ( Opi kumis ). Selalu menjadikan perpustakaan masjid jadi ruang laboratorium. Kalo masuk lorong waktu, selalu menjadikan sebuah skenario kehidupan baru.
Yang saya inget ada skenario, kalo saya makan tanpa baca doa, jin bisa ikut makan. Lalu pas mau abis makan baca doa, jinnya bakal muntahin lagi makanannya. Dari situ, saya selalu tidak berdoa sebelum makan, tetapi pas mau abis makan. Biar jinnya muntah-muntah. Disitu insting jahil saya keluar. Dan itulah yang saya percayai.
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Pocong" plus "Pocong jadi dua". Yang jadi pocong namanya Mumun, mati karena dikejar Jefri. Diseri kedua, Jefri mati terus jadi pocong gara-gara Mumun. Ilmu pocong Jefri lebih hebat, soalnya dia bisa terbang. Kalo terbang tangannya merenggang. Mirip mau meluk orang. Pocong jefri selalu berwarna putih berdegradasi merah termasuk matanya, kalo yang Mumun warna Ijo. Terlihat lebih serem dengan merah ketimbang ijo. Yang berkesan?
Saya takut di kamar mandi sendirian. Soalnya pocongnya itu di kamar mandi. Dan kalo dikamar mandi selalu liat keatas. Takut ada pocong Jefri ngintip dari atas. Dan itu pasti terjadi pada Anda. Di opening songnya, si Jefri ngintip hansip yang dikamar mandi dari celah ventilasi di atas kamar mandi.
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Sinetron "Si Manis Jembatan Ancol", kiki fatmala sama satunya lupa. yang jelas bagus. Kenapa? ada rumah kosong yang ceritanya jadi markas hantu plus arwah-arwah penasaran. Si Manis selalu ngebantu para hantu newbie biar jadi hantu yang sesungguhnya. Yang berkesan?
Ada hantu botak, dan ngondek. Hantunya cantik. Mungkin dia sejenis golongan Jinny oh Jinny.
Tapi walaupun melekat diotak, kok udah gak tayang? Jawabannya "kalah rating sama D'terong".
---------------------------------------------------------00000----------------------------------------------------------
Masih ada banyak sinetron berkesan yang tak mampu dilupakan, hanya mulai terpinggirkan di pikiran dan semakin tenggelam. Hanya mampu mengingat apa dan apa yang pernah saya tonton dan melekat diotak tanpa adanya rekayasa. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan, Dirikan TV > Puter semua sinetron masa lalu!
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.