23 Juni 2014, tanggal di mana saya mulai petualangan saya meninggalkan rumah orang tua saya. Rumah di mana saya tinggal selama 17 tahun lebih, rumah di mana saya dibesarkan oleh orang tua saya, juga rumah di mana saya berkembang menjadi seorang pribadi seperti sekarang ini. Rumah yang tak mungkin bisa saya lupakan, juga rumah yang tak mungkin tergantikan selama hidup saya.
Mencoba berpetualang sekaligus mencoba kehidupan baru di tempat yang juga baru. Mencoba hidup dengan orang-orang baru juga mencoba membaur. Semua baru di tempat baru di cerita baru juga di kehidupan baru. Semua terangkum dalam buku kehidupann yang berisi perjalanan hidup yang dibatasi oleh waktu dan takdir yang berlaku. Semua bermakna dalam cerita.
Mencoba hidup baru dengan cara hidup baru. Meninggalkan kebiasaan lama juga kehidupan lama. Tapi tidak harus melupakan, dan justru tidak boleh dilupakan. Semua pasti mengandung pelajaran seburuk apapun nilai yang terkandung atau sehina apapun bentuk yang tercipta. Melupakan berarti mencoba untuk tidak belajar dari masa lalu. Hal salah yang harus dihindari.
Semua berkembang dari hal kecil, sedikit dan juga sepele. Dilakukan terus-menerus, diperbaiki terus-menerus, juga dikoreksi terus-menerus. Itu yang sedang saya lakukan untuk sekarang sejak pertengahan tahun lalu. Tahun dimana saya mencoba keluar dan melampaui batas dari kehidupan saya. Mencoba menangkap masa depan yang tak terlihat hingga sekarang, hanya bisa dibayangkan tanpa ada hal pasti. Semua masih dalam taraf mungkin.
23 Februari 2015, hari ini. Tanggal yang menunjukan lamanya perjalanan baru saya saat ini. Tanggal yang memberi kepastian bahwa sekarang sudah di caturwulan yang 2. Membuat saya sudah melalui 8 kali bulan purnama di tempat yang bukan rumah tinggal saya. Membuktikan sudah 8 bulan saya tinggal di Jogja, di tempat baru untuk kehidupan baru.
Semua terjadi karena kebutuhan pendidikan yang sedang saya jalani sekarang ini. Andai pendidikan tidak sepenting apa yang terjadi sekarang ini, bisa jadi kehidupan baru saya di sini hanya sekadar imajinasi serta bayang-bayang kosong yang hanya ada di dalam pikiran tanpa bisa disentuh maupun direalisasikan. Hanya sebagai pelengkap hidup saja, tanpa ada yang bisa dipelajari di dalamnya.
Hidup baru memberikan banyak pelajaran kepada saya. Memberikan arti-arti dari kehidupan. Memberikan sebuah perputaran kehidupan yang harus di jalani. Pastinya memberikan tambahan catatan jalan cerita dalam kehidupan saya. Membuat pribadi saya sendiri menjadi pribadi yang benar-benar baru untuk melanjut menulis cerita di buku kehidupan saya.
Hal yang tentunya tidak akan pernah saya lupakan untuk selamanya. Karena memang ini jalan kehidupan saya. Jalan kehidupan yang tidak bisa dihapus secara sengaja, harus diingat walaupun pahit rasanya. Karena memang semuanya memberikan pelajaran untuk kehidupan saya kedepannya.
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.