Monday, February 2, 2015

Mati dan Mati

Mati suatu keadaan yang semua orang pasti akan mengalaminya. Mati ditakuti semua orang karena sifatnya, tak terduga dan bersifat "perjalanan searah". Sesudah mati, ya tidak bisa balik lagi. Itu yang membuat semua orang pasti berdebar mendengar mati, begitu juga dengan saya.

Mati juga sebuah proses dimana kita semua tidak bisa lagi mempersiapkan keadaan selanjutnya. Hanya bisa menunggu dan menjadi orang yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa memohon keselamatannya. Semua orang akan mengingat mati, jika mati menghampiri orang-orang disekelilingnya. Semua pasti berdebar mendengar atau melihatnya.

Mati merupakan sebuah perpisahan yang juga sebuah jalan baru. Perpisahan akan kehidupan kita di dunia. Kehidupan dimana kita mengenal yang namanya saudara, keluarga, sahabat, teman dan pribadi-pribadi lainnya. Kehidupan dimana kita mengenal sebuah ikatan, cinta, serta kasih sayang terhadap sesama. Kehidupan yang juga dimana kita mengenal akan benci, dosa, dan hal-hal buruk lainnya.

Mati menjadi jalan baru tatkala kita sudah mengalaminya. Mati membuka gerbang akan keabadian yang kekal di kehidupan selanjutnya. Mati juga yang nantinya akan membuat kita bahagia atau malah menyesal akan apa-apa yang sudah kita lakukan di dunia. Bahagia karena kita telah berbuat hal yang baik atau menyesal karena kita tak sempat berbuat baik. Semua terangkum dalam cerita kehidupan kita ketika kita mati kelak.

Kita kadang lupa kalau kita akan mati. Semua kesenangan kita lakukan di dunia semasa hidup. Tak peduli hal itu baik atau buruk. Lupa akan mati membuat kita tambah sengsara jika kita sudah mati. Membuat kita bakal dibayang-bayangi dengan rasa penyesalan. Rasa yang datang ketika sebuah akhir tiba.

Mati memang tidak untuk ditakuti, tapi diingat. Manusia tidak bisa hanya sekadar mengingat mati, juga pasti akan takut menghadapi yang namanya mati. Saya pun juga begitu. Mati membuat segala sesuatu yang sudah kita rasakan di dunia menjadi terputus dan hilang. Meninggalkan kenangan dalam sebuah memori kehidupan. Hanya bisa diingat tanpa bisa diulangi lagi.

Mati bagi sebagian orang yang berlaku baik, akan menjadi sebuah gerbang kebahagiaan yang kekal di kehidupan selanjutnya. Tidak semata-mata hanya menawarkan penyesalan atau hal yang ditakuti saja. Mati bagai sebuah air dalam botol. Akan mengikuti wadahnya. Wadahnya ialah perilaku kita di dunia.

Ketika kita mati nanti, semoga kita bisa merasakan kebahagiaan yang kekal di kehidupan selanjutnya. Tidak berharap menemukan sebuah penyesalan ketika kita mengalaminya. Waktu yang menentukan kapan itu terjadi. Yang jelas kita hanya bisa bersiap-siap tanpa ada pemberitahuan kapan sebuah akhir ditentukan. Kita hanya bisa menerka tanpa bisa melihat sebuah kepastian.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi