Saturday, February 14, 2015

Twitter

Beberapa hari lalu saya sudah memberikan opini saya tentang media sosial Facebook. Opini yang lahir dari pengalaman-pengalaman saya selama menggunakan media sosial itu. Pengalaman yang sengaja saya bagi kepada semuanya, tentang apa yang sudah saya lalui selama 4 tahun lebih menjadi pengguna Facebook.

Kini memang bisa dibilang saya lebih condong aktif di Twitter ketimbang Facebook. Saya memang lebih dulu mengenal Facebook ketimbang Twitter. Itu karena memang ketenaran Twitter masih belum mampu menyaingi Facebook hingga sekarang ini. Tapi setelah saya menggunakan Twitter karena coba-coba, saya malah menemui kecocokan dengan media sosial yang satu ini.

Twitter, media sosial yang saya ikuti sejak tahun 2011 karena coba-coba dan ikut-ikut saja. Semua mengalir begitu saja tanpa sebuah jalan cerita yang tetap. Twitter bagi saya merupakan sebuah media sosial yang sangat berguna bagi saya. Berkat Twitter, saya lebih sering ngobrol dengan bule luar negeri. Membuat saya harus benar-benar berimprovisasi dalam berkomunikasi dengan mereka. Tentunya dengan bahasa Inggris. Walau ada salah satu orang asli Jepang yang mahir berbahasa Indonesia. Saya juga sempat ngobrol dengannya yang ternyata dia suka dengan alam bawah laut Indonesia.

Setelah saya coba-coba menggunakan Twitter, saya sempat tidak membuka dan mengelola akun saya di Twitter untuk beberapa bulan. Cukup mendafarkan akun, dan saya tinggalkan. Itu karena memang Twitter masih belum familiar dikalangan teman-teman saya. Jadi masih cukup susah berhubungan dengan mereka melalui Twitter.

Setahun berlalu, saya mulai mencoba mempelajari bagaimana Twitter bekerja dan mulai mengelola akun saya itu secara rutin. Saya juga mulai memperkenalkan Twitter ke teman-teman saya, agar mereka mengenal apa itu Twitter sekaligus sebagai alibi agar saya punya teman ngobrol di Twitter. Cukup susah memang mengenalkan Twitter. Tapi seiring waktu, mereka kini juga aktif di Twitter.

Twitter sangat berbeda dengan Facebook dulu. Dan bisa dibilang Facebook mencontoh beberapa fitur Twitter di sistemnya. Tapi entah kenapa malah Twitter beberapa waktu lalu mencontoh balik tampilan dinding Facebook. Membuat tampilan Twitter menyerupai tampilan Facebook. Itu menjadi hal yang saya tidak sukai di Twitter. Saya menyukai Twitter karena memang Twitter menyediakan fitur yang sederhana. 

Fitur yang mudah dimaksimalkan karena kesederhanaannya. Dan itu sesuai dengan pribadi saya, membuat saya cocok dengan Twitter. Kini memang sudah banyak pengembangan yang terjadi di Twitter. Membuat Twitter tidak sesederhana seperti dulu. Tapi masih memunculkan kesan sederhana dan eksklusif hingga sekarang. Membuat saya masih betah menggunakan Twitter sehari-hari.

Twitter telah membantu saya banyak hal. Salah satunya, membuat saya terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris saya yang bisa dibilang di bawah standar. Tapi sesuai berjalannya waktu, kemampuan bahasa Inggris saya terus meningkat karena saya merupakan salah satu sukarelawan dalam pusat penerjemahan Twitter ke dalam Bahasa Indonesia hingga sekarang. 

Sebuah hal yang tidak saya dapat dari media sosial lain termasuk Facebook. Dan itu sangat berharga bagi saya dan masa depan saya tentunya. Membuat saya lebih komunikatif dalam menyampaikan pesan menggunakan bahasa Inggris. Dan juga membantu saya dalam bidang pendidikan khususnya dalam pelajaran bahasa Inggris.

Twitter terus update detik demi detik. Membuat kicauan orang-orang berlalu bagai kabar cepat. Membuat kita tidak jenuh karena memandangi sebuah tulisan yang sama untuk waktu yang lama. Dan itu terjadi di media sosial Facebook. Membuat saya juga bosan menggunakannya. Saya berharap kedepannya, Twitter tidak kehilangan sifat kesederhanannya dan keeksklusifannya sehingga membuat saya terus betah menggunakannya. 

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi