Hari ini hari minggu. Sebuah hari yang memang dinanti-nantikan semua orang. Di mana hari minggu menjadi hari yang tenang bagi kebanyakan orang. Hari libur yang memang dinantikan dalam 6 hari bekerja maupun sekolah. Semua memang menyukai hari minggu bagi mereka yang mendapat tekanan di 6 hari lainnya.
Hari minggu saya hari ini, tidak sama dengan hari minggu saya 10 tahun yang lalu. Di mana waktu itu saya sedang berumur sekitar 8 tahun. Saat-saat di mana saya masih belum merasakan dunia yang sebenarnya. Hanya merasakan dunia anak-anak yang penuh kesenangan ketika itu, tanpa ada sebuah tekanan. Andai saya bisa kembali ke waktu dulu, pasti sudah saya lakukan hal itu saat ini.
Hari minggu saya yang dulu sudah berperan banyak menciptakan kenangan-kenangan serta kebahagiaan yang kini sudah tertanam dalam pikiran saya. Hal-hal yang sudah saya lalui dulu membuat saya merasa lebih hidup. Lebih hidup untuk menikmati masa kecil saya. Semua berkesan ketika itu. Media serta alam yang membuat saya merasa bahagia.
Minggu pagi 10 tahun yang lalu, pukul 5.00 wib. Saya bangun dari tempat tidur. Ibu saya berjalan keluar rumah, ayah saya baru saja pulang dari masjid, kakak-kakak saya terlelap di kamar masing-masing. Hal yang saya lakukan ketika itu jelas menghadap kepada-Nya setelah mengambil wudhu sebelumnya. Di umur 8 tahun, saya sudah masuk fase di mana mengadap kepada-Nya atau sowan Gusti harus dilakukan, karena memang itu sebuah hal yang wajib.
Setelah melakukan pencerahan batiniah, seperti minggu-minggu yang berlalu saya langsung menonton tv. Mencari channel yang memang sudah menyajikan tontonan anak kala itu. Beberapa channel menyajikan berita apa saja yang sedang terjadi. Karena memang saya masih anak-anak, jelas saya juga membenci siaran berita seperti anak-anak lainnya. Ya karena memang tidak ada kesenangan yang bisa saya dapatkan. Semua hanya berita-berita yang cukup orang dewasa saja yang mengetahui.
Nonton tv, dimulai dari pagi ketika fase gelap masih terlihat di luar jendela sampai tengah siang bolong pastinya. Dan itu terus berulang di setiap minggunya. Sungguh hal yang menyenangkan dan pastinya tidak membosankan. Mencoba memberikan kesan, warna, cahaya di masa kecil saya.
Pagi hari sekitar pukul 8.30 wib, sarapan sudah siap. Sarapan sederhana yang dibuat oleh ibu saya. Menunya bisa dibilang spesial dan khas keluarga saya, pasalnya hingga sekarang saya tidak pernah melihat menu yang sederhana itu di kediaman lain. Menunya hanya nasi putih anget, tempe goreng ditambah sambl tempe goreng. Sambal ini lah yang bisa dibilang resep keluarga. Hingga sekarang, saya masih ingat momen-momen luar biasa kala sarapan pagi dulu. Tentunya juga ditemani dengan kartun anime favorit saya.
Menjelang siang, kartun-kartun anime mulai memudar. Diganti dengan serial pahlawan atau hero seperti kamen rider atau power rangers. 15 tahun dulu, ada serial pahlawan Beetle Borgs. Sayangnya hanya sedikit kenangan yang ada dalam ingatan saya tentang Beetle Borgs, karena dulu saya masih terlalu kecil yang jelas. Tapi kaos bergambar Beetle Borgs dulu, masih ada dalam ingatan saya.
Siang hari, kebanyakan saya bermain di luar rumah. Biasanya rumah tetangga saya atau saya hanya menghabiskan waktu minggu dengan tidur siang di rumah.
No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.