Semakin kesini, ternyata bukan semakin maju. Zaman sekarang ternyata justru kembali lagi ke zaman dahulu. Walau teknologi zaman sekarang lebih maju dari zaman dahulu, tapi pola pikirnya kembali ke zaman dulu.
Selain kita kembali ke zaman batu, di mana batu-batu menjadi digandrungi serta dihargai mahal. Kita juga ternyata kembali ke era zaman Nabi Luth. Zaman di mana manusia-manusia terdahulu menyalahi fitrah yang telah ditetapkan.
Kembali ke zaman batu sudah dirasakan sangat kental di Indonesia. Dari anak kecil kelas satu SD hingga aki-aki lanjut usia, semua mengidam-idamkan batu. Keponakan saya yang masih kelas satu SD, sibuk mencari bongkahan batu yang ada di sekitar rumah. Bahkan kesehariannya tidak luput dari mencari serta memoles ditambah menggosok batu yang sudah didapat. Walau yang diambil bukanlah batu yang dimuliakan seperti batu akik dan hanya batu granit biasa.
Melihat pesatnya perkembangan batu sekarang ini, saya malah jadi khawatir terhadap perkembangan zaman Nabi Luth. Jika fenomena zaman batu kembali mencuat hingga akhirnya menular ke sana - sini, bisa jadi zaman Nabi Luth juga menular ke sana - sini hingga akhirnya melumer dan lumrah di kalangan masyarakat.
Kemarin tepatnya, negara adidaya Amerika meresmikan pernikahan sejenis. Pernikahan yang dijalankan oleh pasangan yang sama jenis kelaminnya. Mirip dengan zaman Nabi Luth, atau bisa dikatakan kita kembali ke zaman Nabi Luth.
Peresmian tersebut bahkan turut diaminkan oleh Twitter, Intel, 9gag, dan perusahaan-perusahaan lain. Mereka memperingati peresmian tersebut dengan mengganti foto profil pada laman media sosial mereka. Hal ini bisa dijadikan patokan bahwa peresmian tersebut tidak hanya mendapat sedikit dukungan, tapi malah jutaan dukungan mungkin.
"Besar pasak dari pada tiang, Besar dukungan ketimbang tolakan".
Alasan dari peresmian pelegalan pernikahan sejenis tersebut ialah 'siapapun boleh mencintai dan tak terbatasi'. Memang siapapun boleh saling mencintai, tapi memang tetap harus berpatokan terhadap fitrahnya. Kita boleh mencintai sesama manusia, tetapi kita tidak boleh melanggar fitrah yang sudah diberikan kepada manusia itu sendiri. Lantas untuk apa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan jika bukan untuk saling mencintai?
Dengan adanya laki-laki dan perempuan, umat manusia bisa terus ada serta terjaga kelestariaannya. Intinya kehidupan manusia akan tetap berlanjut jika laki-laki dan perempuan saling mengikuti fitrah yang diberikan.
Pelegalan pernikahan sejenis ini, membuat pikiran mereka para pelakunya menjadi mundur. Yap! mundur ke zaman Nabi Luth. Negara Amerika yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani, pasti paham betul dengan cerita Nabi Luth. Nabi Luth bukanlah nabi umat islam saja, tapi juga di anggap seorang nabi dalam kitab injil versi sekarang yang menjadi panutan agama Nasrani. Fenomena ini memperlihatkan kepada kita kiamat semakin dekat.
Mungkinkah dengan adanya fenomena ini, Nabi Luth akan dihidupkan kembali dan memberikan pencerahan kepada mereka yang menganut faham pernikahan sejenis?
Tentu tidak!
Nabi Luth tidak akan dihidupkan kembali ke dunia. Selain karena Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir, cerita Nabi Luth juga sudah tergambar jelas di Al-qur'an. Sudah jelas hukumnya haram menikah sesama jenis. Selain memang bukan qodrat, takdir, serta fitrah manusia, pernikahan sejenis tidak akan pernah menghasilkan keuntungan.
Tidak menghasilkan keturunan, tapi malah menghasilkan penyakit akhlak. Zaman dulu agar penyakit akhlak itu tidak menyebar ke negara tetangga, cara satu-satunya ialah dengan melenyapkan semuanya dari atas bumi. Benar, zaman dulu Nabi Luth memohon kepada Allah untuk memberikan azab kepada mereka di dunia sebelum mereka menerima azab di akhirat. Dan permohonan Nabi Luth itu dikabulkan oleh Allah dengan mendatangkan azab yang mengakibatkan mereka semua mati. Hal itu ditujukan sebagai pelajaran untuk umat sesudahnya.
Lalu pertanyaannya, apa kita semua orang-orang yang menolak pelegalan tersebut harus serentak bersama-sama memohon kepada Allah agar mereka diberikan azab yang sama seperti kaum Nabi Luth?
Semoga mereka semua bisa kembali ke jalan yang benar, sebelum Allah benar-benar memberikan hadiah berupa azab. Amin..

No comments:
Post a Comment
Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.