Monday, November 2, 2015

Meniru Lumut


Sebuah pohon kecil dengan setetes embun di bawah daunnya. Dilengkapi dengan populasi lumut di sekitarnya

Lumut merupakan tumbuhan terkuat di muka bumi. Lumut pantas menyandang gelar terkuat bukan karena kekuatan yang dihasilkan oleh lumut tersebut. Tetapi justru karena kelembutannya lah. Banyak orang yang tidak sadar tentang kekuatan kelembutan lumut. 

Lumut yang memang bertekstur lembut dan cenderung halus, mempunyai kebiasaan yang sangar. Lumut merupakan tumbuhan pertama yang bisa tumbuh di atas batu yang keras. Lumut dijuluki sebagai tumbuhan perintis, karena mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai oleh tumbuhan lain. 

Lumut juga berperan sebagai penghasil oksigen yang sekaligus sebagai penyimpan air karena sifat selnya yang seperti spon. Selain itu lumut juga bisa menyerap polutan dengan baik. 

***

Ada beberapa pelajaran yang harus kita tiru dari lumut tersebut. 

Hanya bermodalkan kelembutan yang dimilikinya, lumut bisa tumbuh di atas permukaan yang keras. Menandakan kelembutan bisa kita gunakan sebagai senjata menghadapi sifat yang keras. Sebuah bukti nyata hadir dalam sosok makhluk hidup bernama lumut. 

Jika kita sebagai manusia mampu menggunakan kelembutan dengan baik, maka itu akan menjadi sifat yang amat baik bagi kehidupan kita. Kelembutan selalu identik dengan kebaikan, yang faktanya bisa meluluhkan sifat kasar/keras pada manusia maupun makhluk hidup lain --Lumut--.

Dengan kelembutan tersebut, kita mampu meredam bahkan melebur tingkat emosi manusia. Teller bank pun fasih menggunakan kelembutan ini pada setiap nasabah yang datang. Yang awal mulanya berniat marah-marah karena pelayanan yang diterima kurang memuaskan, bisa dibatalkan marahnya karena kelembutan si teller bank.

Di mulai dari sapaan "Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" yang diiringi dengan senyuman, dilanjut mempersilahkan duduk, hingga dipersilahkan untuk mengutarakan unek-unek nya, semua dilakukan dengan kelembutan. Alhasil, si nasabah yang awalnya mau marah-marah gak jelas berubah menjadi kalem dan bahkan membatalkan niatnya. 

Dari kasus tersebut pun tersirat sebuah pesan bahwa kelembutan bisa meluluhkan hati seseorang, walau suasana hatinya sedang buruk. 

Jika hati seseorang masih membatu, maka kelembutanlah satu-satunya cara untuk meluluhkannya. Sama halnya dengan lumut yang menggunakan kelembutan untuk bisa tumbuh di atas permukaan batu yang keras. Si batu pun akhirnya luluh dan bisa ditumbuhi lumut yang nantinya akan diikuti tumbuhan lain.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi