Wednesday, April 19, 2017

Humanismenya Manusia, Ketika Nurani dan Akal Berbicara

Peranan manusia dalam sendi kehidupan makhluk hidup di bumi ini, menjadikan manusia sebagai pelaku utama dalam sebuah tatanan sistem yang dibuat oleh Allah SWT. Karena itu manusia mempunyai tanggung jawab yang besar demi mensukseskan peranannya sebagai pelaku utama. Tugasnya berat, yakni menopang seluruh tatanan sistem. 

“Lantas kenapa kita manusia menjadi pelaku utama dalam tatanan sistem tersebut?”. Mari kita paparkan pertanyaan tersebut secara rinci. Pada dasarnya, manusia merupakan satu –satunya makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna diantara ciptaan-Nya yang lain. 

Fakta tersebut tidaklah hanya senda-gurau belaka. Melainkan sebuah bukti yang benar-benar terjadi secara nyata. Sebagai ciptaan yang sempurna, kita diberikan sebuah ‘gift’ berupa akal. Gift inilah yang membuat  kita sebagai manusia menjadi makhluk yang paling sempurna di antara ciptaan - ciptaan-Nya yang lain. Akal inilah juga yang membedakan kita manusia dengan makhluk – makhluk yang lain. 


“Lantas apakah dengan akal tersebut kita mempunyai tanggung jawab lebih?”. Itulah salah satu karunia Allah SWT kepada kita. Kita diberi akal untuk melakukan tugas kita, untuk melaksanakan peranan kita sebagai pelaku utama dalam tatanan sistem yang dibuat oleh Allah SWT. Kita ditakdirkan secara ‘prerogatif’ menjadi ‘khalifah’ atau pemimpin di dunia ini. Termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 30, yang menjelaskan bahwa kita secara nyata diperintahkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Karena tugas kita menjadi seorang khalifah atau pemimpin di muka bumi, maka kita memerlukan sebuah keistimewaan untuk menjalankan peranan tersebut.

Dengan akal tersebut, manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir sesuai dengan kehendaknya sendiri. Manusia bisa memilih apa yang harus dia kerjakan dan mana yang tidak dikerjakan. Itulah fungsi akal pada manusia. Yakni membantu manusia untuk mengambil sebuah keputusan atau membuat sebuah tindakan. Dengan kemampuan tersebut, manusia diberikan mandat untuk menyusun, mengawasi, melaksanakan, tatanan sistem yang dibuat oleh Allah SWT. Entah seperti apa tatanan sistem tersebut berjalan, semua sesuai dengan kehendak akal kita. Terlepas dari takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Untuk mencegah terjadinya kesemrawutan pada sistem yang dijalankan manusia tersebut, diperlukan sebuah perangkat bernama nurani. Nurani merupakan gift lain yang diberikan oleh Allah, bertugas untuk memanusiakan manusia. Isinya ialah rasa kepedulian antara kebaikan dan keburukkan. Nuranilah yang membuat manusia mampu untuk mengeluarkan sisi humanisnya. Nurani jugalah yang membantu kita manusia untuk merasakan adanya kehadiran makhluk lain di sekitar kita. Nuranilah yang berperan penting untuk menjadikan kita tidak merasa egois sendiri.


Perpaduan antara akal dan nurani inilah yang menjadi senjata utama manusia untuk mengelola tatanan sistem yang dibuat oleh Allah SWT. Jika hanya akal saja yang digunakan, maka tatanan sistem yang dijalankan hanya akan menimbulkan keresahan serta ancaman dari manusia itu sendiri. Tetapi jika kita menambahkan nurani untuk melaksanakan tatanan sistem tersebut, maka kesejahteraan akan meliputi segala sendi kehidupan yang dijalani oleh manusia.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi