Thursday, April 20, 2017

Islam dan Reformasi ?

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam terbesar di dunia. Jumlah wilayahnya yang luas menjadikan Indonesia memiliki banyak sekali penduduk. Terdiri dari beragam adat, budaya, bahasa, hingga agama yang berbeda-beda. Dan Islam lah agama yang paling banyak dipeluk saat ini.

Kemunculan Islam tidak terlepas dari peran para Waliullah, para Wali Songo yang menyebarkan ajaran agama Islam ke seluruh penjuru negeri. Kendati banyaknya halangan serta penolakan akan ajaran Islam, mereka dengan semangat menegakkan dakwah hingga ke pedalaman yang sulit untuk dicapai. 


Dengan banyaknya pemeluk Islam di Indonesia, menjadikan pemerintahan politik di Indonesia berlandaskan dan sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah pun sesuai dengan ajaran Islam. Hingga saat ini, setelah masa reformasi, penyelenggaraan pemerintahan yang berjalan melibatkan dalil-dalil dalam ajaran agama Islam. 

Walaupun nilai-nilai Islam banyak digunakan di dalam penyelenggaraan pemerintahan, Indonesia bukanlah negara yang menganut sistem pemerintahan berbasis Syariah melainkan pemerintahan berbasis Demokrasi. Keputusan penyelenggaraan ini didasarkan karena masyarakat Indonesia yang multikultural dan multi-agamis. Guna menghormati mereka yang berbeda agama serta demi menjunjung tinggi persatuan, maka Founding Father kita menyelenggarakan pemerintahan berbasis demokrasi yang sesuai dengan nilai syariah Islam.

Tetapi banyak ormas-ormas radikal yang kurang setuju dengan hal ini. Beberapa berpendapat bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus murni syariah, harus sesuai dengan apa yang mereka pikirkan secara sepihak. Anggapan Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin pun mulai luntur dengan adanya ormas-ormas yang menyuarakan keradikalannya, menuntut adanya reformasi dan menolak segala perbedaan yang ada. 


Hal seperti itulah yang harus diwaspadai, selain tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan toleransi, menghormati mereka yang berbeda kepercayaan, serta kasih sayang antar sesama, mereka memperburuk citra Islam itu sendiri. Mereka seakan-akan lupa akan nilai-nilai dasar yang diajarkan. 

Untuk saat ini reformasi yang ada di Indonesia sendiri sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Yang perlu dibenahi ialah pribadinya masing-masing. Dimana para pelaku politik masih mementingkan kepentingan pribadi dan golongan masing-masing. Hakikatnya, ketika pelaku politik tersebut rusak, maka sistem pemerintahan yang sempurna akan ikut rusak dan menjadikan negara tersebut bukan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi