Wednesday, April 19, 2017

Pendidikan Masa Depan

Investasi masa depan sebuah bangsa terletak pada penerapan sistem pendidikannya. Keputusan akan bangkit atau tidaknya bangsa tersebut terletak secara terstruktur pada kemampuan masyarakatnya dalam melaksanakan pendidikan semasa hidupnya. Adanya penyelenggaraan pendidikan yang mumpuni, merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah bangsa. Kualitas sebuah bangsa menjadi kunci utama pembangunan sebuah negara. 

Penyelenggaraan pendidikan yang sedang dilakukan di mayoritas negara di dunia ialah dengan melakukan pendidikan berbasis heterogen. Jenis pendidikan yang dimana pelakunya wajib untuk mampu memahami banyak bidang studi dalam satu waktu. Semua kurikulum disusun dan ditanamkan kepada para siswa secara bersamaan tanpa ada jeda untuk memperkaya ilmu yang bersifat non-akademisi. 

Pendidikan berbasis heterogen inilah yang menjadi problema para siswa yang dirasakan saat ini. Terutama karena semakin banyak kurikulum yang masuk ke dalam otak mereka secara bersamaan, akan mempersulit kreatifitas otak mereka di masa depan. Mereka dibiasakan untuk tetap pada batas, sementara kreatifitas mereka menginginkan sesuatu di luar batas. Akibatnya kreatifitas mereka hanya menjadi tahanan seperti di dalam penjara. 


Pendidikan seperti ini sangat tidak cocok untuk diterapkan sebagai investasi masa depan. Ketika seseorang berada pada situasi yang tidak disenanginya, maka tingkat kreatifitasnya akan kalah mutlak dengan rasa ketakutannya. Mereka merasa bodoh dengan sendirinya karena melihat banyaknya materi yang diterima saat bersamaan. Hal semacam inilah yang harus dirubah.

Melihat penerapan sistem pendidikan seperti itu, maka harapan kita untuk melihat Albert Einstein atau Steve Jobs generasi baru hanya akan menjadi sebatas harapan. Mereka yang terpenjara kreatifitasnya, hanya akan menjadi robot hidup yang senang mematuhi perintah dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang.

Sudah saatnya kita menerapkan pendidikan berbasis kreatifitas. Pendidikan yang membuat para siswanya merasa senang untuk terus menggali segala potensi mereka sesuati bakat dan minat. Pendidikan yang mampu menaikkan status negaranya bukan justru menurunkan status negaranya. Pendidikan yang membantu nalar untuk berkembang, bukan membuat nalar menjadi tersiksa. 

Ketika Indonesia menerapkan pendidikan yang serupa, maka tidak ada ruang yang cukup bagi para pemikir gila yang kaya dengan kreatifitas. Tidak ada bibit-bibit unggul yang tercipta. Semua terbatasi oleh setumpuk materi yang menghabiskan waktu mereka untuk memperdalam, memperluas, serta memperkaya kreatifitas mereka.

No comments:

Post a Comment

Beri komentar kalian terhadap kisah saya yang satu ini.

Published By Irfan Fahrurrozi